Daftar Orang Yahudi Yang Jadi Staff Presiden Trump

Daftar Orang Yahudi Yang Jadi Staff Presiden TrumpDaftar Orang Yahudi Yang Jadi Staff Presiden Trump

Media Israel pada Jum’at (27/01), mengungkapkan bahwa Donald Trump dimenangkan oleh 24% suara orang-orang Yahudi. Media itu juga mengatakan bahwa di dalam pemerintahan Trump ini terdapat 11 orang Yahudi. Berikut nama-namanya:

Satu: Jared Kushner (36 tahun)

Ia adalah orang dekat Trump, dan diangkat menjadi penasehat seniornya. Kushner juga menjadi menantu Trump setelah menikahi putrinya, Ivanka pada tahun 2009. Ia memainkan sebuah peran penting dalam kampanye pemilihan Presiden lalu, terutama di Israel.

Kushner pernah membuat sebuah pernyataan bahwa dirinya tidak akan mengambil gajinya. Ia mengaku akan fokus di Israel dan Timur Tengah, menjalin kemitraan dan perdagangan bebas dengan pihak swasta.

Dua: David Friedman (50an tahun)

Ia seorang yang ahli bahasa Ibrani, dan memiliki sebuah rumah di Yerusalem Barat. Ia telah lama menjadi pengacara Trump, dan terpilih sebagai duta besar AS untuk Israel.

Friedman juga dikenal mendukung pembangunan pemukiman Israel dan banyak menggelontorkan dana untuk proyek itu. Ia meragukan wacana solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.

Tiga: Jason Greenblatt

Ia adalah seorang Yahudi ortodoks yang belajar di sebuah sekolah agama di Tepi Barat pada pertengahan tahun delapan puluhan. Ia juga pernah polisi di kota itu.

Greenblatt akan menjadi salah satu dari wakil khusus untuk negosiasi internasional, yang fokus dalam konflik Palestina-Israel, hubungan AS-Kuba, yang perjanjian perdagangan AS dengan negara lain di dunia.

Kepada Radio Militer Israel November lalu, Greenblatt mengatakan bahwa Trump tidak akan memaksakan solusi apapun kepada Israel. Ia juga mengatakan bahwa proyek pemukiman Yahudi bukan suatu hambatan bagi perdamaian.

Empat: Stephen Mnuchin (54 tahun)

Mnuchin mengurusi keuangan dalam pemerintah AS. Persahabatan antara dirinya dan Trump telah terjalin sejak 15 tahun lalu. Sebelum mengurusi biaya kampanye, ia menjadi konsultan Trump.

Lima: Stephen Miller (31 tahun)

Ia akan menjadi penasihat senior atas kebijakan pemerintah AS. Miller memainkan sebuah peran penting dalam penulisan pidato kampanye Trump, dan bertugas selama tujuh tahun sebagai seorang asisten parlemen.

Enam: Carl Icahn (80 tahun)

Ia adalah seorang pengusaha dan investor, dan akan mengambil alih sebagai penasihat khusus pada isu-isu reformasi regulasi. Icahn adalah salah satu pendukung utama Trump, selain para pemimpin perusahaan di New York.

Tujuh: Gary Cohn (56 tahun)

Ia adalah ketua Dewan Ekonomi Nasional di dalam Gedung Putih. Cohn juga memegang posisi senior di sejumlah perusahaan.

Delapan: Boris Epshteyn (30an tahun)

Ia adalah keturunan Yahudi-Rusia, dan pindah dari Moskow ke Amerika Serikat pada tahun 1993. Epshteyn adalah seorang penasihat senior Donald Trump dalam kampanye Presiden Amerika Serikat. Setelah pemilu, ia diangkat sebagai Direktur Komunikasi Komite Pelantikan Presiden.

Sembilan: David Shulkin (57 tahun)

Ia adalah seorang dokter. Shulkin menjadi seorang asisten Menteri Kesehatan di dalam Departemen of Veterans Affairs, dan memegang posisi senior di rumah sakit, universitas dan perusahaan.

Sepuluh: Reed Cordish (40an tahun)

Ia menjadi salah satu asisten presiden dalam urusan intra-pemerintahan dan teknologi, yang fokus pada inovasi teknologi dan modernisasi. Cordish adalah seorang partner Trump di dalam perusahaan real estate dan hiburan milik keluarganya di negara bagian Baltimore Amerika.

Sebelas: Abraham Berkowitz (27 tahun)

Ia adalah seorang asisten khusus Presiden Trump dan asisten dari Jared Kushner. Menurut Jerusalem Post, Berkowitz adalah sahabat dekat Kushner. Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia bekerja di sebuah perusahaan dan menulis di dalam surat kabar “New York Observer” miliknya. Berkowitz juga lulusan sekolah hukum di Harvard University.

Categories