Dibutuhkan Kekuatan yang Mampu Untuk Meleyapkan Kekuasaan yang Sewenang-Wenang

Dibutuhkan Kekuatan yang Mampu Untuk Meleyapkan Kekuasaan yang Sewenang-Wenang

MUSTANIR.COM — Kita melihat kecenderungan reaksi dari para penguasa penjaga demokrasi, apabila mereka diseru kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka menutup mata dan  telinga mereka, dan menutup saluran suara rakyat agar tidak menjatuhkan kursi-kursi kekuasaan mereka. Mereka semakin sombong dan angkuh.

Kita juga menyaksikan para penguasa itu mengikuti dan membebek kepada AS, benar-benar patuh pada kemauan AS, dengan senang atau terpaksa, sehingga mereka pun kompak, tidak berselisih dan sepakat terhadap kepentingan AS. Keberhasilan mereka, para antek dalam menjadikan masyarakat tetap dalam situasi dramatis yang begitu menyedihkan seperti sekarang ini, mereka menjadi sekutu yang loyal dalam menciptakan situasi dramatis dan kesedihan di tengah-tengah masyarakat ini.

Inilah diantara bencana-bencana terbesar yang menimpa kita, bahwa urusan kita dikuasai oleh para penguasa buta, bisu dan tuli. Mereka adalah para penguasa yang tidak berpikir melayani umat. Dan termasuk di antara bencana-bencana terbesar yang lain adalah, bahwa mereka itu telah membentuk dan merekayasa orang-orang yang akan memberikan aplaus sebagai tanda mendukung dan setuju dengan apa yang sedang dan akan mereka lakukan. Sehingga mereka, para penguasa itu, dengan mendapatkan aplaus dari orang-orang fasik tersebut berhasil mempengaruhi sebagian di antara rakyatnya.

Para penguasa itu sedang mempengaruhi rakyatnya; dan akan mengkondisikan rakyatnya ke tempat dan situasi yang penuh dengan bahaya dan bencana. Oleh karena itu, jika kita tunduk dan patuh kepada mereka, maka kita layak menjadi bagian dari orang-orang yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

Sesungguhnya akan ada sesudahku para pemimpian; siapa saja yang membenarkan kebohongan-kebohongan mereka, dan membantu kezaliman-kezaliman yang mereka lakukan, maka ia bukanlah golonganku, dan aku bukanlah golongannya, sehingga ia tidak akan bertemu dengan aku di telaga surga; sebaliknya siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan-kebohongan mereka, dan tidak membantu kezaliman-kezaliman yang mereka lakukan, maka ia golonganku, dan aku golongannya, sehingga ia akan bertemu dengan aku di telaga surga.” (HR. An-Nasa’i dari jalan Ka’ab bin Ujrah).

Sehingga musibah-musibah pada kita akibat kedzaliman penguasa harus diakhiri. Semoga musibah demi musibah ini segera menyadarkan umat Islam ini agar kembali kepada syariat-Nya.

Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka dg hukum yg diturunkan oleh Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian yg Allah turunkan kepadamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah menghendaki menimpakan musibah kepada mereka, karena dosa-dosa mereka. Sesungguhnya kebanyakan manusia itu fasik (Q.s. al-Maidah: 49).

Sistem pemerintahan sekuler yang sedang berkuasa di negeri-negeri kaum muslimin saat ini adalah kemunkaran yang terbesar di dunia. Bahkan, itulah pangkal kejahatan yang senantiasa menghalangi pelaksanaan perbuatan ma’ruf (kebaikan), dan selalu mengembangkan dan melindungi kemunkaran. Oleh karena itu, pangkal kemungkaran ini harus dilenyapkan. Ketetapan ini telah diketahui dengan pasti sebagai sesuatu yang Ma’lumun minad Diini bidldlarurah, yakni hukum yang telah ditentukan oleh Islam dengan pasti, bahwa sistem pemerintahan seperti itu merupakan puncak kemunkaran. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk tidak tahu kenyataan ini, betapa pun rendah pengetahuannya.

Keburukan yang menimpa kita atas ditelantarkannya syariah oleh penguasa mengetuk orang-orang yang mukhlis yang memiliki kekuatan dan pengaruh, hendaklah menjadi penolong agama Allah dengan memberikan kepercayaan kepada para pengemban dakwah yang mukhlis untuk memimpin masyarakat menuju jalan yang benar dengan jalan menegakkan negara Khilafah.

Telah jelas bahwa kaum Muslim berkeinginan untuk menyelamatkan diri dari sistem-sistem rusak, yang selama ini telah membuat sesak hati dan pikiran mereka, yaitu sistem-sistem yang telah gagal memberikan solusi terhadap berbagai problem yang terbentang di di tengah-tengah kita. Sehingga, hanya di tangan Andalah terdapat kekuatan yang mampu untuk meleyapkan kekuasaan mereka para penguasa dan membuang sistem ini dari akarnya.

Jika kita bermalas-malasan, maka ingatlah firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS. Al-Maidah [5] : 54) [rs]

Umar Syarifudin (pengasuh Majelis Taklim al Ukhuwah)

Categories