Din Syamsudin : Pertemuan Luhut dan Ma`ruf Amin Tak Elok

556638_620

Din Syamsudin : Pertemuan Luhut dan KH. Ma`ruf Amin Tak Elok

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin bertemu dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Salah satu yang dibicarakan adalah pertemuan Luhut dengan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin.

“Ya selintas tadi (membicarakannya), karena saya termasuk yang mengkritik kurang eloknya pertemuan itu,” kata Din Syamsudin saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 3 Februari 2017.

Din Syamsudin mengatakan, pertemuan Luhut dengan Ma’ruf Amin kurang elok, alasannya karena dalam kondisi jeda satu hari setelah ada masalah di pengadilan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun, kata Din, Luhut menjelaskan bahwa semua itu kebetulan dan dia sudah lama ingin bertemu Ma’ruf.

Lebih lanjut, Din menyatakan, kedatangannya sebagai sahabat. Sebab, sebelumnya Luhut sudah pernah datang ke kantornya dan juga sudah kenal sejak era Gus Dur (Presiden Abdurrahman Wahid).

Din mengungkapkan dirinya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI mulai bulan ini akan mengintensifkan dialog dengan berbagai pihak. Terlebih dengan Luhut yang memegang posisi penting di pemerintahan, dan juga orang yang dekat dengan Presiden. “Saya dorong pemerintah jalin komunikasi substantif dengan masyarakat.”

Din menyatakan ada urgensi mengadakan dialog antar pemimpin bangsa, karena bangsa sedang terpecah belah. Karena memang masih ada residu dari Pilpres 2014 yang membuat bangsa terpecah, ditambah dengan masalah hukum Gubernur DKI non aktif.

Menurut Din, masyarakat sudah bisa memilah bahwa masalah yang membelit Basuki Tjahaja Purnama bukanlah permasalahan agama ataupun etnis tertentu, melainkan masalah hukum. Sehingga dia melihat jalan keluarnya adalah penegakkan hukum. (tempo/rs)

Komentar Mustanir.com

Masalah Ahok selama ini menjadi blunder, hal ini karena penegakkan hukum di negeri ini tidak memberikan kejelasan yang pasti apakah bersalah atau tidak sang penista Al-Qur’an dan Ulama ini. Hukum di negeri ini menjadi tumpul keatas sementara tajam kebawah. Para penegak hukum menjadi mandul terhadap mereka yang jelas-jelas telah bersalah. Mungkin inilah wajah asli dari aturan sekuler buatan akal manusia.

Tentu sebagai umat Islam yang beriman tidak akan pernah rela dan berhenti sampai sang penista Al Qur’an dan Ulama itu dihukum. Serta tetap terus berjuang hingga penerapan QS Al maidah 51 benar-benar terwujud. Hal ini bisa kita wujudkan kecuali dengan sistem dan aturan yang bersumber dari Sang Pencipta manusia yang Maha Benar. Sehingga Al-Qur’an dan kemuliaan Umat Islam, dan ulama akan tetap terjaga kemuliannya.

Categories