Fakta dan Bahaya WhatsApp yang Patut Diketahui Orangtua

image: cnn


MUSTANIR.COM, Jakarta — Melalui situs resminya, WhatsApp telah menuliskan bahwa syarat minimum pengguna aplikasi pesan instan ini mestilah 13 tahun, dengan catatan syarat usia ini disesuaikan di setiap negara tanpa perlu persetujuan orangtua.

Sebagai tambahan, disebutkan pula jika umur pengguna di bawah syarat tersebut, atau tidak cukup dewasa untuk setuju dengan syarat yang diajukan, maka orangtua atau yang mewakili mesti menyetujui syarat atas nama mereka.

Dibuat sejak 2009, pengguna WhatsApp, menurut data statistik terbaru pada pertengahan 2017, sekitar, 1,2 miliar.

Layanan pesan instan ini populer di antara remaja. Bahkan, mayoritas pengguna WhatstApp dikabarkan berada di bawah 25 tahun.

Menurut laporan teensafe, Spanyol, pada studi di 2013 mengungkap 76 persen anak usia 11-14 tahun pengguna WhatsApp, meski disebutkan syarat minimum usia 13 tahun. Hal serupa ditengarai juga terjadi di negara lain.

Meski ada syarat usia minimal, tak ada mekanisme yang memaksa atau menghalangi seseorang untuk menggunakan WhatsApp.

Selain konten porno, Whatsapp juga berbahaya karena memudahkan predator online mencari korbannya. Lalu, bagaimana? Apa saja yang patut diketahui orangtua akan layanan pesan instan satu ini?

Dirangkum dari sejumlah sumber, setidaknya ada lima hal yang patut diketahui orangtua saat anak menggunakan WhatsApp:

– Pengaturan profile
Foto dan status pada profil pengguna dapat menunjukkan identitas, sehingga dapat mengetahui keberadaan anak di mana dan sedang apa.

– Berbagi setting
Ada tiga pengaturan untuk menentukan dengan siapa saja bisa berbagi pesan; ‘siapa saja (everyone), hanya daftar kontak (my contact list), dan tidak siapapun (nobody). Dalam hal ini, dianjurkan untuk mengatur setting berbagi hanya dengan daftar kontak yang dikenal saja.

– Memblok dan hapus
Ajarkan anak untuk memblok dan atau hapus nomor pengguna yang tak dikenal atau bersikap janggal. Begitu juga melaporkan jika ada nomor pengguna yang berkirim pesan tak pantas.

– Uninstall
WhatsApp tak punya tools ‘save search’ seperti Google yang bisa memblok pencarian dengan kata tertentu, termasuk konten porno. Oleh karenanya, jika khawatir anak akan menggunakan atau melakukan pencarian terhadap konten ini, tak ada salahnya menghapus atau uninstall program layanan ini.

– Keterbukaan
Secara keseluruhan, yang utama dalam penggunaan layanan pesan instan seperti WhatsApp adalah keterbukaan dialog. Orangtua bisa memberi tahu hal-hal yang bisa dan sepatutnya dilakukan dengan program ini, termasuk efek positif dan negatifnya. Dengan begitu penggunaan WhatsApp tidak disalahgunakan termasuk menghilangkan kekhawatiran akan akses konten pornografi. (CNNIndonesia/7/11/2017)

Categories