Firasat Seorang Hamba Allah yang Sholeh

Firasat Seorang Hamba Allah yang Sholeh

Oleh: Adi VIctoria

Mustanir.com – Khair an Nasaj mengisahkan, bahwa suatu hari beliau duduk di dalam rumah. Lalu timbul firasat dalam hatinya bahwa guru beliau Abu Qasim Al Junaid melakukan kunjungan. Namun Khair berusaha untuk menghilangkan firasat itu, dan menyatakan dalam hati bahwa itu adalah bentuk waswas.

Kemudian firasat itu datang kembali, bahwa Imam Junaid mengunjungi beliau. Khair kembali berusaha menafikannya.

Akhirnya firasat itu datang kembali untuk ke tiga kalinya, sampai Khair merasa yakin bahwa firasat itu benar, hingga beliau pun melangkah untuk membuka pintu.

Benar, di saat Khair membuka pintu, Imam Junaid ternyata sedang berdiri di hadapannya. Kemudian sang guru pun mengucapksan salam dan menyampaikan,”Wahai Khair, kenapa engkau tidak keluar sejak firasat yang pertama?” (Shifat Ash Shafwah, 2/419)

tentang firasat, disebutkan dalam sebuah hadist :

عن ابن عمر رضي الله عنه قال :قال صلى الله عليه و سلم : اتقوا فراسة المؤمن فاءنه ينظر بنور الله .

Dari IBNU UMAR ,RASULULLAH bersabda : ” Hati-hatilah kalian dari firasatnya orang mukmin , karena mereka memandang  kalian dengan cahaya Allah ” (HR. Tirmizi)

Mukmin yang bagaimana yang bisa merasakan firasat yang demikian?

Sebagian orang-orang shalih mengatakan, “Barangsiapa yang memenuhi lahiriahnya dengan mengikuti sunnah dan batiniahnya dengan Muraqabatullah (merasa diawasi Allah subhanahu wata،¦ala), menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, mengekang dirinya dari hawa-hawa nafsu, dan terbiasa dengan makanan yang halal, maka firasatnya tidak akan pernah meleset.”

wallahu a’lam.

Categories