Geliat Kebangkitan Mahasiswa Setelah Tidur Panjang

Ilustrasi. foto: SuaraJakarta.co

MUSTANIR.COM – Geliat semangat perubahan yang selama ini identik dengan mahasiswa mulai terasa. Bukan dari kampus besar ibu kota tetapi dari kampus Universitas Islam Riau pada 10 September 2018. Mahasiswa sudah terlalu lama tidur panjang padahal mahasiswa identik dengan agent of change. Kita bisa membaca berbagai dokumen yang menunjukkan bahwa perubahan pada sebuah negara tidak terlepas dari peran pemuda tak terkecuali di Indonesia. Salah satunya adalah gerakan reformasi 1998 yang berhasil menumbangkan kekuasaan Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun.

Fenomena yang menarik beberapa bulan terakhir semangat perubahan justeru muncul dari kalangan ibu-ibu yang disebut dengan “emak-emak milenial”. Bukan dari para pemuda ada apa? . Butuh ada pendidikan yang simultan dan konsisten untuk mengembalikan fungsi pemuda terutama peran politik mahasiswa. Politik dalam arti yang sebenarnya, sudut pandang yang dipakai misalnya sudut pandang islam .

Islam dan politik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Islam tidak bisa dilepaskan dari aturan yang mengatur urusan masyarakat dan negara, sebab Islam bukanlah agama yang mengatur ibadah secara individu saja. Namun, Islam juga mengajarkan bagaimana bentuk kepedulian kaum muslimin dengan segala urusan umat yang menyangkut kepentingan dan kemaslahatan mereka, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, serta menjadi pencegah adanya kedzaliman oleh penguasa.

Maka sudah selayaknya mahasiswa akan mengoreksi kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan syari’at Allah misal pengelolaan SDA yang diserahkan kepadan asing dan berbuntut pada kesengsaraan masyarakat.

Sebagai pendidik dan genarasi muslim menjadi sebuah kewajiban bagi kita kewajiban untuk mengembalikan identitas hakiki anak-anak muda kita. Agar generasi muda tidak terombang-ambing dengan arus budaya Barat dan pemikiran yang merusak jiwa dan islam.

Pemuda kita harus dididik agar memiliki visi yang jelas. Visi dasar adalah sebagai hamba Allah Subhanahu Wata’ala, yaitu beribadah kepada Allah serta tunduk dan taat kepada Allah. Dengan demikian mereka akan berusaha untuk senantiasa melaksanakan perintah Allah. Salah satunya adalah menjadi motor dalam perubahan. Kita berharap akan lahir pemuda-pemuda yang mampu menaklukkan dunia tentu dengan tidak memisahkan dirinya dari aktivitas politik yang benar.

Semoga para mahasiswa segera bangkit dan kembali pada fitrahnya sebagai agent of change.

Desti W
Praktisi PT

Categories