Hadapi Korut, Jepang Setuju Beli Perangkat Rudal Canggih AS

Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. foto: rep


MUSTANIR.COM, TOKYO — Kabinet Jepang, pada Selasa (19/12), menyetujui rencana membeli satu perangkat sistem rudal tempur berbasis darat dari AmerikaSerikat (AS). Perangkat rudal ini disiapkan untuk menghadapi ancaman rudal Korea Utara (Korut).

Perkembangan nuklir dan rudal Korut telah menjadi ancaman lebih besar dan kian dekat untuk keamanan nasional Jepang. “Dan kita perlu secara drastis memperbaiki kemampuan pertahanan rudal balistik untuk melindungi Jepang secara terus menerus dan berkelanjutan,” kata Kabinet Jepang dalamsebuah pernyataan.

Pejabat-pejabat Kabinet Jepang mengatakan, mereka berharap sistem rudal ini siap beroperasi pada 2023. Namun pejabat itu masih menolak untuk menyingkap rincian anggaran untuk mempersiapkan sistem rudal tersebut. Kendati demikian,sistem rudal ini diperkirakan akan menelan anggaran sekitar 1,8 miliar dolar AS.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah menegaskan sepenuhnya mendukung kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap Korut, yakni dengan menaruh semua opsi di atas meja. Abe telah berjanji mendukung kerja sama keamanan Jepang dan meningkatkan penggunaan peralatan pertahanan rudal AS yang canggih.

Selain Korea Selatan (Korsel), Jepang menjadi negara kedua yang terancam oleh rudal Korut. Setidaknya telah dua kali rudal Korut menguji rudalnya dengan melintasi wilayah udara Jepang. Hal ini memicu kepanikan luar biasa dari warg Jepang. Mereka cemas sewaktu-waktu Korut akan menjatuhkan rudalnya di negaranya.

Akhir November lalu, Korut telah melakukan uji coba rudal balisti kantarbenua. Rudal terbarunya ini dilaporkan mencapai ketinggian 4.500 kilometerdengan daya jelajah 960 kilometer. Dengan demikian, para pakar pertahananmemprediksi bahwa rudal Korut tersebut telah memiliki kemampuan untuk menjangkau daratan AS, sebagaimana yang diimpikannya.

Belum lama ini Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, AS siap menjalin perundingan dengan Korut tanpa prasyarat apapun. Namunpermintaan ini belum direspons secara positif oleh Korut. (republika.co.id/19/12/17)

Categories