Hobi Perang, Idaman Penduduk Surga

MUSTANIR.net – Rakyat Palestina tentu sangat senang jika mendengar riwayat bahwa orang yang menjadikan perang agama sebagai jalan hidup, apalagi jika berhasil membunuh tentara Yahudi Israel kafir musuh umat Islam di medan perang, adalah membawa keberkahan tersendiri bagi para penduduk surga.

Bahkan jika ia terbunuh mati syahid dalam peperangan antara umat muslim versus kaum kafir, maka kematian syahid itu sangat ia harapkan, daripada ia hidup di dunia dan mati karena sebab lain di luar medan perang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tiada seseorang pun masuk surga yang ingin kembali lagi ke dunia, kecuali orang yang mati syahid, ia mengharapkan untuk dapat kembali lagi ke dunia, lalu dibunuh di medan perang sebanyak sepuluh kali, demikian itu karena kemuliaan yang telah ia rasakan.” (HR Imam Bukhari dan Muslim melalui Sayyidina Anas ibnu Malik raḍiyallāhu ‘anhu)

Dalam beberapa riwayat disebutkan, bahwa arwah orang yang mati syahid itu berada di dalam perut burung hijau, yang bebas terbang ke mana saja yang dikehendakinya di dalam surga, seraya memakan berbagai macam buah-buahan surga.

Ketika Allah subḥānahu wa taʿālā bertanya kepada mereka tentang apa yang mereka inginkan, maka permintaan mereka adalah agar mereka dikembalikan lagi ke dunia, lalu mereka akan berjihad lagi hingga gugur.

Kemudian Allah menurunkan firman-Nya, yang artinya:

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

Berjuang di jalan Allah untuk menghapuskan kekafiran dan kemunafikan di dunia, adalah cita-cita setiap muslim yang kuat imannya.

Tentu sebaliknya, menjaga, memelihara, membela, melindungi dan mentolerir kekafiran serta kemunafikan yang berkembang di muka bumi, adalah menjadi kebiasaan calon penduduk neraka. []

Sumber: Luthfi Bashori

About Author

1 thought on “Hobi Perang, Idaman Penduduk Surga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories