India Terparah Dalam Perkosaan Anak

kekerasan-anak

India Terparah Dalam Perkosaan Anak

Mustanir.com – “Kapan Delhi bangkit? Sampai kapan perempuan terus diperlakukan secara brutal di ibukota India. Bocah 2,5 tahun dan 5 tahun diperkosa beberapa orang. Memalukan”

Cuitan dari ketua Komisi Perempuan Delhil, Swati Maliwal itu hanya salah satu dari ribuan cuitan di twitter yang mengecam keras tragedi pemerkosaan terhadap bocah di India. Pada Sabtu, India dikejutkan dengan penemuan seorang bocah berusia 2,5 tahun di taman.

Ia mengalami pendarahan hebat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Polisi mengatakan anak tersebut diperkosa dan pelakunya lebih dari satu orang. Bocah malang yang berusia 2,5 tahun tersebut diculik saat acara keagamaan di Delhi bagian barat oleh dua pria tak dikenal pada Jumat.

Ia diperkosa beramai-ramai sebelum ditelantarkan di sebuah taman dekat rumahnya. Anggota keluarga menemukan sang bocah dalam keadaan tak sadarkan diri tiga jam setelah ia hilang.

Di tempat lain, bocah berusia lima tahun juga dilaporkan telah diperkosa. Ia dipancing untuk pergi ke rumah tetangganya dan diperkosa oleh tiga orang. Pada Sabtu, polisi menangkap mereka.

Sepekan sebelumnya, seorang bocah empat tahun juga diduga diperkosa sebelum ditelantarkan di rel kereta ibukota. Ia bahkan ditusuk oleh pelaku. Polisi kemudian menangkap pria 25 tahun yang mengaku menusuk bocah tersebut dengan benda tajam.

Kepala menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan perkara tersebut sangat memalukan dan mengkhawatirkan. Kini India semakin terkenal dengan kasus pemerkosaan.

Tercatat 36.735 kasus pemerkosaan pada tahun 2014, sebanyak 2.096 terjadi di ibukota. Para pakar menduga jumlahnya lebih besar daripada yang dilaporkan.

Pada 2012 lalu, internasional digegerkan dengan tindak pemerkosaan secara brutal yang dilakukan di dalam bus oleh beberapa orang di India. Kini, internasional kembali gempar karena sasarannya adalah bocah di bawah lima tahun.

Pada Ahad, Polisi mengatakan telah menangkap dua remaja terkait kasus pemerkosaan balita 2,5 tahun. Dua remaja tersebut diduga sebagai pelaku pemerkosaan.

Pejabat kepolisian, Dependra Pathak mengatakan polisi telah menanyai lebih dari 250 warga dari lingkungan korban. Balita tersebut saat ini dirawat di rumah sakit dan telah melewati masa kritis. Polisi belum merilis informasi lebih lanjut.

“Delhi bukan tempat yang aman untuk perempuan, dan kini situasi semakin buruk,” kata Ketua Pusat Penelitian Sosial yang berbasis di Delhi, Ranjana Kumari pada AFP.

Menurutnya, sebagian besar insiden terjadi di area yang kumuh dan padat dengan penduduk berpendapatan rendah. Kumari mengatakan pria yang hidup di sana umumnya tidak memiliki kendali sosial dan tidak takut pada hukum.

Pada Sabtu, sekitar 100 penduduk yang marah berkumpul di ibukota New Delhi menuduh polisi gagal menangani kasus tersebut. Salah satu anggota keluarga korban mengatakan polisi tidak melakukan apa pun pada pemerkosa sehingga mereka tidak merasa aman lagi di kota tersebut.

“Akan ada hari para orang tua berhenti punya anak karena takut anak perempuannya diperkosa,” kata dia.

Kepala polisi Delhi, Pushpendra Kumar mengatakan timnya telah meluncurkan upaya pencarian pelaku dan melanjutkan kasus. Pihak otoritas telah merilis rekaman CCTV yang menunjukan dua pria membawa lari bocah tersebut dengan motor.

Kejriwal menyalahkan Perdana Menteri Narendra Modi atas tragedi pemerkosaan. Ia menyalahkan situasi keamanan di Delhi. “Polisi Delhi gagal memberikan rasa aman. Apa yang PM dan gubernur lakukan?,” kata dia sebelum berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk korban.

Kejwiral dan Modi saling berebut kontrol di departemen kepolisian ibukota. Pemerintah Delhi dinilai tak mampu untuk meningkatkan keamanan bagi perempuan. Namun Delhi menyalahkan pemerintahan pusat yang mengontrol 84 ribu polisi Delhi, kepolisian metro terbesar di dunia. (rol/adj)

Categories