Iran: Mundurnya Hariri Ciptakan Ketegangan Baru

Mantan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri. | foto: rep


MUSTANIR.COM, BEIRUT — Iran mengatakan, pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri akan menimbulkan ketegangan di Lebanon dan kawasan. Hariri menuduh Iran dan sekutu Lebanonnya, Hizbullah, menabur perselisihan di dunia Arab. Tuduhan itu dilancarkan PM Hariri saat ia menyatakan mundur dari jabatannya.

“Pengulangan tuduhan-tuduhan tak berdasar dan tak realistis oleh perdana menteri Lebanon yang mundur menyangkut Zionis, Arab Saudi dan Amerika terhadap Iran merupakan indikasi bahwa pengunduran diri ini merupakan skenario baru untuk menciptakan ketegangan di Lebanon dan kawasan,” kata juru bicara menteri luar negeri Iran Bahram Qassemi dalam pernyataan yang dimuat di laman kementerian, akhir pekan lalu.

“Tapi kami yakin bahwa rakyat Lebanon yang berdaya tahan akan melalui masa ini dengan mudah.”

Pengunduran diri Hariri terjadi hanya satu hari setelah ia bertemu dengan Ali Akbar Velayati, yang merupakan penasihat Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Beirut.

“Pengunduran diri Bapak Hariri yang tiba-tiba itu serta pernyataannya di negara lain tidak hanya mengagetkan dan patut disayangkan tapi juga merupakan sebuah tanda bahwa ia sedang melakukan permainan yang dirancang oleh pihak yang menginginkan situasi kawasan menjadi buruk, dan pemenang permainan ini bukan negara-negara Arab atau Muslim tapi Zionis,” kata Qassemi. (republika.co.id/6/11/2017)

SEbelumnya dikabarkan, Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mundur dari jabatannya pada Sabtu (4/11). Saad mengatakan, ia mencium rencana mengancam nyawanya dan mengkritik Iran serta sekutu Lebanon-nya, Hizbullah, dalam siaran di televisi.

“Kita hidup dalam iklim serupa dengan suasana kemenangan sebelum pembunuhan pahlawan Rafik al-Hariri. Saya mencium hal, yang direncanakan secara diam-diam, untuk menyasar nyawa saya,” katanya merujuk pada ayahnya, mendiang persdana menteri.

Dalam pernyataannya, Hariri mengatakan, Iran kalah dalam campur tangan urusan dunia Arab. Ia menambahkan Lebanon akan bangkit seperti yang telah terjadi pada masa lalu dan memotong tangan jahat, yang menjulur ke dalamnya.

Hariri menjadi perdana menteri Lebanon pada akhir tahun lalu sesudah tercapai kesepakatan politik yang juga membawa sekutu Hizbullah, Michel Aoun, menjadi presiden negara tersebut. (republika.co.id/4/11/2017)

Categories