Israel Adalah Surganya Gay dan Lesbian

Gay-Israel

Israel Adalah Surganya Gay dan Lesbian

LGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender. Menurut Wikipedia LGBT dapat dijelaskan sebagai:

LGBT adalah singkatan yang secara kolektif mengacu pada komunitas khusus kaum “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Digunakan sejak1990-an, istilah “LGBT” merupakan adaptasi dari singkatan “LGB”, yang mewakili “komunitas gay” dimulai sejak pertengahan hingga akhir1980-an. Singkatan ini telah menjadi arus utama penunjukan diri dan telah diadopsi oleh “seksualitas dan identitas gender berbasis” mayoritas pusat-pusat komunitas dan media di Amerika Serikat dan beberapa negara berbahasa Inggris lainnya.

Istilah LGBT dimaksudkan untuk menekankan keragaman “seksualitas dan identitas gender berbasis budaya” dan kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada siapapun yang non-heteroseksual.


Lesbian adalah perempuan yang menyukai dan menjalin hubungan seks dengan sesama perempuan. Gay  adalah lelaki yang menyukai dan menjalin hubungan seks dengan sesama lelaki. Bisexual  adalah lelaki atau perempuan yang menyukai dan menjalin hubungan seks dengan lawan jenisnya masing-masing tetapi juga menyukai dan menjalin hubungan seks dengan sesama lelaki dan sesama perempuan.
Sedangkan transgender  adalah lelaki atau perempuan yang lebih suka jika dirinya beralih menjadi jenis kelamin lawannya, jika perempuan ia lebih suka menjadi lelaki dan jika ia lelaki ia lebih suka dirinya menjadi seorang perempuan.
Dunia modern dewasa ini benar-benar telah menghamba kepada faham Liberalisme (kebebasan mutlak) sehingga komunitas yang menyimpang secara seksual bukan saja diizinkan keberadaannya bahkan diperbolehkan mengembangkan diri. Salah satu situs Islam sampai menulis artikel sebagai berikut:

Sekarang Barat menghadapi kekuatan baru yang sangat menakutkan, yaitu gerakan kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender (GLBT). Seperti air bah yang melanda seluruh daratan Eropa dan Amerika. GLBT benar-benar menjadi “trend” baru di seantero jagad. Tak kurang Presiden Barack Obama dan Michele yang liberal, mendukung pernikahan sesama jenis.

Ini bukan basa-basi politik Obama yang akan menghadapi pemilihan presiden akhir tahun ini, tetapi Obama memahami “trend” global, yang sekarang tumbuh di setiap negara.

Di Amerika Serikat berdasarkan Gallup Poll, di mana rakyat Amerika Serikat 50,7 persen mendukung perkawinan sejenis. Perkawinan sejenis sudah menjadi pilihan dan keyakinan. (“Bangkitnya Gerakan Gay, Lesbian, Biseksual, dan Transgender Dunia” www.voa-islam.com)


Pada kenyataannya bukan hanya dunia barat yang menghadapi gerakan LGBT, bahkan di negeri-negeri muslim-pun trend serupa mulai bermunculan. Coba perhatikan betapa terbuka dan beraninya apa yang ditulis oleh kaum LGBT di negeri ini:

Sedikit demi sedikit dunia ini menjadi lebih baik untuk kita, kaum LGBT. Seperti perempuan dan orang kulit hitam yang pada akhirnya memperoleh haknya, saat ini kita sedang berada di jalur yang tepat dalam memperoleh hak kita sebagai seorang manusia, hak untuk mencintai siapapun yang kita cintai.

Jadi teman-teman, bahkan orang sebesar dan se-berpengaruh seperti Presiden Barack Obama tidak membedakan kita karena orientasi seksual kita, tidak ada alasan untuk kita merasa tidak nyaman dengan diri kita sendiri. Ingat, Orientasi Seksual kita hanyalah sebagian kecil dari siapa kita sesungguhnya. (“Presiden Obama Mendukung Pernikahan LGBT” http://lgbtindonesia.org/main/)


Lalu, dimanakah tempat di muka bumi dewasa ini yang dianggap paling menyenangkan bagi kaum gay? Ternyata di ibukota negara zionis Israel, yaitu di Tel Aviv. Setidaknya demikianlah yang ditulis di media Israel berikut ini:

Tel Aviv is the best gay destination in the world. That’s what a worldwide survey hosted in January by GayCities.com and American Airlines showed, and Israeli diplomats in Western countries proudly put the fact on display. (“LGBT Rights in Israel” www.haaretz.com)

Artinya:

Tel Aviv adalah tujuan gay terbaik di dunia. Itulah yang ditunjukkan survei di seluruh dunia yang diselenggarakan pada bulan Januari oleh GayCities.com dan American Airlines, lalu para diplomat Israel di negara-negara Barat dengan bangga menyajikan fakta tersebut.

Masih bersumber dari media Israel yang sama, ada artikel lainnya yang memuat tulisan berikut:

Komunitas LGBT Israel memiliki alasan untuk bangga: Ia secara resmi telah dicanangkan sebagai tujuan wisata terbaik kaum gay tahun 2011. Dalam sebuah survei di seluruh dunia yang dilakukan oleh GayCities.com dan American Airlines, 43 persen pemilih memberikan suara mereka dalam mendukung Kota Putih (Tel Aviv) ,diikuti oleh New York City dengan 14 persen, Toronto dengan 7 persen, Sao Paulo dengan 6 persen, Madrid dan London masing-masing dengan 5 persen, dan New Orleans serta Mexico City masing-masing dengan 4 persen. (“Tel Aviv declared world’s best gay travel destination” www.haaretz.com)

Hasil survei di atas jelas menunjukkan bahwa –alhamdulillah- tidak satupun kota yang dipilih sebagai surga kaum gay berlokasi di negeri muslim. Semua kota yang dipilih merupakan kota-kota di negeri barat (baca: negeri kafir).
Dan kota yang paling favorit adalah ibukota negeri kafir yahudi, yaitu Israel. Memang sudah sepantasnyalah bahwa negeri dengan penduduk yang mayoritas bakal menyambut dengan antusias kedatangan puncak fitnah, yaitu Al-Masih Ad-Dajjal, menjadi surga bagi kaum ini, sehingga Rasulullah SAW mengutuknya hingga tiga kali :
Rasulullah SAW bersabda:

Terkutuklah barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth (yakni melakukan hubungan sejenis kelamin), terkutuklah barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth, terkutuklah barangsiapa yang melakukan perbuatan kaum Luth, terkutuklah barangsiapa yang menyembelih (hewan) tanpa menyebut nama Allah, terkutuklah barangsiapa yang durhaka kepada kedua orang-tuanya.” (HR Thabrani dan Al-Hakim dengan isnad shahih)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Artinya :

Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. ]

“Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. ]

Bahkan dalam kesempatan berbeda secara tegas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (yakni melakukan homoseksual), maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (TIRMIDZI – 1376)

(atjehcyber/adj)

Categories