Israel Ledakkan Terowongan, Tujuh Pejuang Gaza Tewas

Terowongan bawah tanah Gaza-Israel | foto: rep


MUSTANIR.COM, GAZA — Tujuh pejuang Palestina tewas ketika Israel meledakkan terowongan yang digali di bawah perbatasan Jalur Gaza, pada Senin (30/10). Pejabat kesehatan Gaza mengatakan, sembilan orang juga terluka dalam insiden tersebut.

Seorang sumber Hamas mengatakan, kepala kelompok bersenjata sayap Hamas di Gaza tengah menjadi salah satu korban tewas, bersamaan dengan seorang rekan senior dan orang-orang bersenjata lainnya. Dua gerilyawan lainnya juga tewas saat mencoba menyelamatkan orang-orang yang bekerja di terowongan.

Namun Israel berkelit, tindakannya terhadap terowongan itu dilakukan di sisi perbatasannya sendiri. Terowongan itu digali dari kota Khan Younis di seberang perbatasan yang diledakkan.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak bermaksud untuk meningkatkan ketegangan situasi, namun siap menghadapi berbagai skenario. Asumsi yang ada adalah, ini bukan satu-satunya terowongan yang digali oleh organisasi Palestina,” kata Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara militer Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sambutannya di depan legislator partai Likud sayap kanan mengatakan terobosan teknologi telah membantu Israel untuk menemukan terowongan tersebut. Selama perang Gaza pada 2014, gerilyawan Hamas telah menggunakan belasan terowongan untuk membutakan pasukan Israel.

Israel telah membangun sebuah dinding bawah tanah yang dilengkapi sensor di sepanjang perbatasan sejauh 60 km. Proyek senilai 1,1 miliar dolar AS ini direncanakan akan diselesaikan pada pertengahan 2019.

Israel dan AS telah menyerukan agar Hamas segera dilucuti senjatanya, sebagai bagian dari rekonsiliasi antara Hamas dan Otoritas Palestina, sehingga usaha perdamaian Israel dan Palestina dapat dilanjutkan. Namun Hamas telah menolak permintaan tersebut.

Hamas mengatakan Israel telah melakukan upaya sia-sia untuk menyabotase persatuan Palestina. Kesepakatan rekonsiliasinya telah diraih bersama Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, pada awal bulan ini. (republika.co.id/31/10/2017)

Categories