Jadilah Pejuang Dakwah

Jadilah Pejuang Dakwah

Mustanir.com – Dalam dakwah setidaknya ada tiga jenis kriteria; (1) Pengamat, (2) Penikmat: gerak minim, lebih memposisikan sebagai pendengar bukan pelaku, pionir apalagi pendobrak, (3) Pejuang: bukan sekedar menggugurkan kewajiban tapi berkorban jiwa raga.

Jika dalam barisan dakwlah banyak penikmat, maka dampak yang terjadi antara lain adalah;

Pertama, paradigma memperjuangkan Islam kurang pas. Tidak berjual beli dengan Allah swt. Ilmu untuk ilmu bukan untuk melangkah dan berjuang.

Kedua, banyak potensi yg tersiakan padahal beban penerapan Islam tidak bisa ditanggung sebagian orang.

Ketiga, hanya mengejar kepuasan pribadi/intelektual sendiri padahal ilmu yang dimiliki adalah untuk membangkitkan umat dan pendorong kejayaan Islam. Alias untuk bekal berjuang.

***

Padahal kalau saja kita hayati dengan baik bahwa; (-) Allah itu thayyib hanya menerima yg thayyib (terbaik), (-) Islam meminta waktu terbaik bukan sisa, (-) Islam meminta usia emas bukan usia renta, (-) Islam meminta harta terbaik, (-) Islam meminta waktu semangat bukan waktu bermalasan, (-) Islam meminta semua untuk dibalas dengan jannah.

Jika semua hal tersebut tidak direnungkan dengan baik dan tidak dilakukan maka akan menjadi beban bagi orang lain. Dan jika semua ini tidak diselesaikan maka penikmat akan berubah jadi penghambat dakwah.

Bagaimana menyelesaikannya?

Pertama, harus memiliki niat yg sungguh-sungguh, berazzam dengan kokoh untuk menempuh jalan hidup Rasul saw. Karena seberapa besar apapun dorongan dari luar tetap tidak berguna jika tidak ada kesungguhan dan kesadaran diri.

Kedua, sering-sering menghisab diri. Bertanya dan jawablah sendiri sudah berapa orang yang telah mendapat hidayah lewat kita dalam sehari, sepekan, sebulan, setahun? Sudah berapa orang yang kita kunjungi dan dakwahi? Sudahkah malam-malam yang kita lalui digunakan untuk mendalami Islam dan memikirkan umat? Sudah seberapa optimal memenuhi hak-hak Allah swt? Dll.

***

Kita sendiri yang tau sudah sejauh mana kelalaian kita hingga jangan sampai Allah mencabut nikmat yang ada dalam Kafilah Dakwah Syari’ah dan Khilafah ini. Sehingga kita berkutat dengan masalah, diikat dengan persoalan pribadi, hingga tidak sempat memperbaiki diri.

Maka apakah kita akan menjadi PENGAMAT, PENIKMAT atau PEJUANG? Tentukan pilihan Anda sekarang. Life is choice. Setiap pilihan (baik pilihan buruk maupun baik) pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung. Jadi pilihlah pilihan yang terbaik agar mendapatkan yang terbaik pula (jannah). Maka semoga kita memilih untuk menjadi PEJUANG. Pejuang yg sebenar-benarnya.

Kita perlu terus menjadi orang-orang yang berjuang. Mari kita renungkan siapa yang tidak mengairi sawahnya maka tanamannya akan mati. Lanjutkan aktivitas siang dengan malam, pagi dengan sore, musim hujan dengan kemarau. Teruslah berjuang tak lekang oleh waktu.

SUMBER

Categories