Jangan Jadi Musuh Bangsa, Setnov Sebaiknya Serahkan Diri

Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia | foto: rep


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Ketua DPR RI Setya Novanto yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP-el mangkir dari pemeriksaan KPK, dan menghilang saat penyidik KPK hendak menangkapnya. Terkait hal itu, Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) mengimbau Setya Novanto (Setnov) untuk menyerahkan diri.

“Kami ingin sampaikan kepada Setnov untuk segera menyerahkan diri. Kepada siapa saja pendukungnya, termasuk keluarga, juga kepada pimpinan DPP Partai Golkar yang selama ini sangat dekat dengannya, segeralah beritahu dan sadarkan Setnov,” ujar Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia melalui siaran pers yang diterima Republika, Kamis (16/11).

Doli melanjutkan, jangan sampai Setnov menjadi musuh bagi bangsanya sendiri bila terus melakukan perlawanan. Setnov selama ini selalu berkilah dan mangkir dari panggilan KPK.

Sedikitnya, ungkap Doli, sudah delapan panggilan dari KPK yang tidak diindahkannya. Mulai dari alasan sakit, upaya Praperdilan, menyerang balik pimpinan KPK, bahkan hingga mengklaim hak imunitas kepada Presiden.

“Tercatat sudah delapan kali Setnov mangkir dari panggilan KPK. Tidak hanya mangkir, tapi juga penyerangan terhadap KPK sangat gencar. Bahkan serangan Setnov itu sudah juga melebar kepada institusi negara lainnya, termasuk kepada Presiden dan Wakil Presiden. Jadi alasan untuk menjemput paksa Setnov sudah sangat kuat,” katanya.

Oleh karena itu Doli mengingatkan agar sikap tidak terpuji dari Ketua Umum Partai Golkar ini segera dihentikan. Dengan demikian lembaga-lembaga negara pun tidak akan ikut terseret.

“Jangan ditawar lagi, segeralah ganti Setnov dari Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal melakukan penangkapan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov), setelah melakukan penggeledahan rumah yang bersangkutan sejak Rabu (15/11) malam. Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrick Yunandi yakin kliennya tidak melarikan diri.

Hingga Kamis (16/11) subuh, Fredrick mengaku belum dapat menghubungi Setya Novanto. Namun, Fredrick yakin bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu masih berada di Jakarta. “Beliau bukan sembunyi. Saya yakin 100 persen beliau masih di Jakarta, beliau bukan pengecut, tapi beliau tidak ikhlas ‘diperkosa’ haknya,” katanya.

Seperti diketahui, penyidik KPK mendatangi rumah Setya Novanto di Jalan WIjaya XIII Nomo 19, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11) malam kemarin. Penyidik datang dengan membawa surat penangkapan terhadap Setnov yang menjadi tersangka dalam kasus KTP elektronik.

Namun hingga Kamis subuh, Ketua DPR itu tidak juga kembali ke kediamannya. Sementara Kuasa Hukum Setnov, Fredrick Yunandi mengatakan penyidik KPK tidak menyita dokumen apapun dari rumah kliennya. Penyidik KPK hanya membawa rekaman CCTV dari rumah Setnov. (republika.co.id/16/11/2017)

Categories