Palestina Hanya Bisa Dibebaskan dengan Jihad dan Khilafah, Bukan dengan Kecaman

MUSTANIR.netSeperti biasanya setiap Ramadhan tiba, bangsa kera Israel selalu mengadakan ritual penzaliman terhadap kaum muslimin di Palestina.

Sebagaimana ramai dikabarkan media, polisi Israel kembali mengacak-acak al-Aqṣā, kiblat pertama kaum muslimin. Saat kaum muslimin sedang khusuk beribadah di waktu subuh (Rabu, 5/4), polisi biadab Israel menerobos masuk masjid dan memukuli semua jama’ah yang ada di dalam masjid.

Hanya dengan dalih membalas serangan kaum agitator bertopeng, polisi biadab Israel ini tidak lagi menghiraukan kesucian al-Aqṣā, tidak memedulikan kehormatan kaum muslimin, dan tidak memiliki rasa takut sedikit pun meskipun sejumlah penguasa Arab ada di sekeliling Israel.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres hanya bisa terkejut melihat foto kekejian pasukan keamanan Israel memukuli orang-orang di dalam masjid. Sebagai organisasi internasional, PBB tak dapat melakukan apa pun selain ungkapan rasa terkejut.

Setali tiga uang dengan PBB, Presiden Türki Recep Tayyip Erdoğan juga hanya bisa mengutuk dan mengecam penyerangan oleh polisi Israel terhadap jama’ah di Masjid al-Aqṣā. Kutukan dan kecaman berulang, minus tindakan nyata untuk menolong saudara muslim di Palestina.

Padahal menurut Global Firepower, Türki punya indeks kekuatan militer secara keseluruhan atau power index sebesar 0,2016 pada 2023 dan berada di urutan ke-11 dari 145 negara yang terdaftar. Türki memiliki sekitar 425 ribu personel militer aktif yang berada di peringkat ke-11

Türki memiliki 205 pesawat tempur, 83 pesawat angkut, 270 pesawat latih, 22 pesawat misi khusus, tujuh tank udara, 478 helikopter, dan 110 helikopter serang.

Ada pun kekuatan darat, Türki memiliki 2.229 tank, 112.476 kendaraan lapis baja, 1.038 artileri self-propelled, 2.107 towed artillery, dan 516 proyektor roket seluler.

Kekuatan militer Türki ini jauh lebih hebat dari yang dimiliki Ḥamās. Jika digunakan secara aktif, dapat sekali pukul membungkam kesombongan Israel sejaligus menghentikan kekejian Israel terhadap kaum muslimin di Palestina.

Namun adakah kekuatan Türki yang dikerahkan untuk menolong al-Quds, apalagi membebaskan al-Aqṣā? Jangankan satu batalion, satu tentara pun tidak dikerahkan Türki untuk menolong Palestina! Jangankan membombardir Israel, satu moncong senapan pun tidak ada yang diarahkan ke Israel untuk memuntahkan pelurunya!

Erdoğan hanya menjadikan al-Quds sebagai komoditi politik pencitraan, tidak memberikan perlindungan apa pun kepada Palestina, selain terus berusaha mengelola isu Palestina untuk mempertahankan kursi kekuasaannya!

Begitu juga Liga Arab, tak mengambil tindakan berarti selain merencanakan sebuah rapat yang belum diketahui tempatnya. Hasil rapat pun sudah dapat kita duga, hanya rekomendasi menghentikan kekerasan, kutukan dan kecaman yang tidak memiliki makna.

Sesungguhnya para penguasa di negeri kaum muslimin yang bergelar raja maupun presiden, yang berada di Arab maupun non-Arab, tidak pernah sehari pun menjadi laki-laki, lalu mengambil peran sebagai junnah untuk melindungi setiap tetes darah kaum muslimin, menjaga kesucian al-Aqṣā, dan membungkam mulut kotor bangsa kera Yahudi Israel.

Sesungguhnya al-Aqṣā, al-Quds hanya akan dibebaskan oleh kaum muslimin dengan cara sebagaimama dahulu al-Quds dibebaskan. Al-Quds, Palestina, al-Aqṣā, hanya akan dibebaskan dengan cara sebagaimana dahulu ditempuh oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu dan Sholahuddin al-Ayyubi, yakni dengan jihād fī sabīlillāh.

Sesungguhnya masalah Palestina dan negeri kaum muslimin lainnya yang terzalimi di Xinjiang, Kashmir, Irak, Suriah, Lebanon, Myanmar, Pattani, hanya bisa selesai dan tuntas dengan jihād fī sabīlillāh yang dipimpin oleh seorang khalīfah, kepala negara khilāfah.

Sehingga saya katakan pendusta kepada siapa pun yang membela Palestina, ingin membebaskan al-Aqṣā, tetapi enggan memperjuangkan khilāfah apalagi justru terlibat menentangnya.

Wahai kaum muslimin, wahai cucu-cucu Umar bin Khaṭṭāb, wahai cucu-cucu Sholahuddin al-Ayyubi, kemuliaan kalian, hanya terletak pada tegaknya agama kalian, yakni berkibarnya al-Liwa dan ar-Rāyah sebagai simbol kemuliaan Islam dan kaum muslimin yang dikibarkan oleh institusi daulah khilāfah.

Karena itu, jangan sampai usaha dan perniagaan kalian berupa kesibukan mengelola lembaga pendidikan kalian, mengelola bisnis kalian, profesi dan pekerjaan kalian, mengelola pondok pesantren kalian, melalaikan kalian dari aktivitas utama berdakwah untuk menegakkan daulah khilāfah.

Jangan sampai visi receh kalian berupa keinginan membuat atau memperbaiki rumah-rumah kalian, menyekolahkan anak-anak kalian, menyetarakan kedudukan kalian di antara manusia pada umumnya, melalaikan kalian dari aktivitas utama berdakwah untuk menegakkan daulah khilāfah.

Sebab, jika itu yang kalian lakukan, maka sejatinya kalian telah berkhianat kepada al-Quds, berkhianat kepada Palestina dan al-Aqṣā. Bahkan, kalian telah berkhianat kepada Islam dan kaum muslimin. []

Sumber: Ahmad Khozinudin

About Author

1 thought on “Palestina Hanya Bisa Dibebaskan dengan Jihad dan Khilafah, Bukan dengan Kecaman

  1. O monitoramento de telefone celular é uma maneira muito eficaz de ajudá – Lo a monitorar a atividade do telefone celular de seus filhos ou funcionários.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories