Ketika Quran Berbicara Mengenai Kaum Yahudi dan Nasrani

Ketika Quran Berbicara Mengenai Kaum Yahudi dan Nasrani

Ketika Quran Berbicara Mengenai Kaum Yahudi dan Nasrani

Oleh: Ustadz Irfan Abu Naveed

Sekilas penjelasan mengenai kaum Yahudi dan Nasrani dalam al-Qur’an:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 120)

Penjelasan Fadhilatusy-Syaikh ‘Atha bin Khalil Abu al-Rasytah -hafizhahullah-:

Allah menjelaskan dalam ayat-ayat ini sebagai berikut:

1. Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepadamu, hingga engkau mengikuti agama mereka, dimana hal ini tidak boleh terjadi, karena:

”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Âli Imrân [3]: 85)

”Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Âli Imrân [3]: 19)

Maka seharusnya mereka mengetahui bahwa petunjuk adalah apa yang dibawa Rasulullah SAW, bukan apa yang mereka klaim bahwa petunjuk adalah dengan mengikuti agama mereka saat ini, padahal agamanya adalah agama yang menyimpang dan mengubah (agama Allah-pen.), ia adalah agama kufur setelah disimpangkan.

Kemudian Allah SWT menginformasikan kepada Rasul-Nya SAW, dengan bentuk ungkapan sumpah (qasam), karena huruf lâm dalam kata la’in (لئن) merupakan huruf lâm qasam (bentuk sumpah), bahwa jika Rasul SAW mengikuti hawa nafsu mereka, -terdapat petunjuk bahwa agama mereka dan apa yang mereka klaim sebagai petunjuk, sebenarnya adalah hawa nafsu, yakni penyimpangan dari jalan kebenaran-, maka beliau SAW tidak akan pernah menemukan pelindung dan penolong yang mencegah dari adzab Allah.

Itu semua merupakan penegasan dari Allah betapa jauhnya kaum Yahudi dan Nasrani untuk meridhai Rasulullah SAW, dengan upayanya agar Rasulullah SAW mengikuti agama mereka.

Categories