Komitmen China untuk Indonesia: Perbanyak Impor, Tambah Beasiswa!

MUSTANIR.net, Jakarta – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melakukan kunjungan kehormatan dengan menemui Presiden China Xi Jinping di Eastwen Hall of The People, Beijing, China, Kamis (25/4) waktu setempat.

Melalui keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, pertemuan tersebut dilakukan setelah JK melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden China Wang Qishan Diayutau State Guest House, Villa 15, Beijing.

Dalam kesempatan tersebut, JK menyampaikan komitmen kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, maupun pendidikan yang sebelumnya dibicarakan bersama Wang Qishan yang diharapkan mampu membuat kedua negara saling untung.

Menurut JK, proyek Belt Road Initiative (BRI) memiliki sejumlah prinsip penting. Salah satunya adalah bermitra dan mengintegrasikan rencana pembangunan masing-masing negara dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Selain itu, alih teknologi, serta memperhatikan penggunaan tenaga lokal agar tidak muncul instabilitas sosial dan lebih mendorong peran pebisnis dari pada peran murni pemerintah dalam meningkatkan kondisi perekonomian.

“Indonesia siap menjadi mitra China dalam pengembangan berbagai kerja sama termasuk melalui kerja sama BRI,” kata JK.

Komitmen China untuk RI: Perbanyak Impor, Tambah Beasiswa!

Foto: Pertemuan bilateral antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing (dok. Setwapres)

Indonesia dan China tahun depan akan merayakan hubungan persahabatan yang sudah terjalin selama 70 tahun. Para pengusaha dalam negeri, pun diundang untuk kengikuti China Export-Import Expo pada 2020 mendatang.

Jinping, dalam pertemuan dengan JK bahkan menjanjikan akan mengimpor lebih banyak produk Indonesia seperti CPO, sebagai respons atas defisit neraca perdagangan antara kedua negara yang cukup timpang.

Adapun di bidang pendidikan, Jinping berjanji akan meningkatkan jumlah beasiswa bagi para mahasiswa Indonesia untuk belajar di negeri Tirai Bambu, serta mendorong kerjasama di bidang pendidikan vokasi.

Jinping mengemukakan, Indonesia berada di posisi yang penting dalam rencana membangun jalur sutra maritim di abad ke-21.

Belt and Road merupakan kesempatan dalam hubungan bilateral untuk mencapai suatu kemajuan baru dan hasil nyata,” jelasnya.  []

Sumber: CNBC

Categories