Menikahi Wanita Yang Merdeka dan Yang Subur

Menikahi Wanita Yang Merdeka dan Yang Subur

Penjelasan Bab :

Salah satu tujuan yang agung dari pernikahan Islami adalah agar lahir darinya keturunan-keturunan yang sholih, yang akan menjadi hamba-hamba Allah yang memakmurkan bumi-Nya dengan ibadah. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mengajarkan hamba-Nya agar berdoa berikut ini :

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqoon : 74).

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, menukil komentar Imam Ibnu Juraij ketika mengomentari ayat ini, kata beliau :

يَعْبُدُونَكَ وَيَحْسُنُونَ عِبَادَتَكَ، وَلَا يَجُرُّونَ عَلَيْنَا الْجَرَائِرَ

(yakni anugerahkan kepada kami, istri dan anak-anak) yang mereka senantia beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada-Mu serta mereka tidak terjerumus dalam perbuatan dosa.

Imam Ibnu Majah berkata :

1862 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ مُزَاحِمٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ أَرَادَ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ طَاهِرًا مُطَهَّرًا، فَلْيَتَزَوَّجِ الْحَرَائِرَ»

18). Hadits no. 1862

Haddatsanaa Hisyaam bin ‘Ammaar ia berkata, haddatsanaa Sallaam bin Sawwaar ia berkata, haddatsanaa Katsiir bin Sulaim dari adh-Dhohaak bin Muzaakhim ia berkata, aku mendengar Anas bin Malik rodhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah dalam keadaan suci dan mensucikan, hendaknya ia menikahi wanita yang merdeka”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Hisyaam bin ‘Ammar, perowi Bukhori yang shoduq.

Salaam bin Sulaiman bin Sawwar dan Katriir, dinilai dhoif oleh Al Hafidz dalam at-Taqriib.

Adh-Dhohaak, perowi shoduq banyak melakukan irsal, sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz.

Hadits ini dhoif, didhoifkan oleh Imam Al Albani dan Syaikh Syu’aib Arnauth.

 

Imam Ibnu Majah berkata :

1863 – حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ الْمَخْزُومِيُّ، عَنْ طَلْحَةَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْكِحُوا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ»

19). Hadits no. 1863

Haddatsanaa Ya’quub bin Humaid bin Kaasib ia berkata, haddatsanaa Abdullah ibnul Haarits al-Makhzuumiy dari Tholhah dari ‘Athoo’ dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “menikahlah kalian, karena aku berbangga dengan jumlah kalian”.

Penjelasan kedudukan hadits :

Ya’quub, dinilai oleh Al Hafidz Shoduq terkadang lemah.

Abdullah, perowi Muslim yang tsiqoh.

Tholah yaitu ibnu ‘Amr al-Makkiy, dinilai matruuk oleh Al Hafidz.

‘Athoo’ bin Abi Robaah, seorang Imam masyhur yang tsiqoh, perowi Bukhori-Muslim.

Hadits ini shahih lighoirihi, dishahihkan oleh Imam Al Albani. Syaikh Syu’aib Arnauth dalamTa’liq Sunan Ibni Majah berkata :

إسناده ضعيف جدًا، طلحة -وهو ابن عمرو المكي- متروك الحديث، ويعقوب بن حُميد بن كاسب ضعيف

Sanadnya lemah sekali, Tholhah –ibnu ‘Amr al-Makkiy- matrukul hadits dan Ya’quub bin Humaid bin Kaasib perowi dhoif.

Kemudian Syaikh Syu’aib mengisyaratkan bahwa hadits diatas terdapat sanad yang kuat dari jalan lain, kata beliau dalam Ta’liq Sunan Ibni Majah (no. 1846) :

يغني عنه حديث معقل بن يسار عند أبي داود (2050)، والنسائي 6/ 65 – 66 بلفظ: “تزوجوا الودود الولود، فإني مكاثر بكم الأمم” وإسناده قوي، وصححه ابن حبان (4056) و (4057).

وحديث أنس بن مالك عند أحمد في “مسنده” (12613) ولفظه: “تزوجوا الودود الولود إني مكاثر الأنبياء يوم القيامة” وإسناده قوي.

Telah mencukupi riwayat diatas dari hadits Ma’qil bin Yasaar di Sunan Abu Dawud (no. 2050), Nasa’i (6/65-66) dengan lafadz : “menikahlah dengan wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga dengan jumlah umatku yang banyak didepan umat-umat lainnya”. Sanadnya kuat, dishahihkan oleh Imam Ibnu Hibban (no. 4056 & 4057).

Hadits Anas bin Malik dalam riwayat Ahmad di Musnadnya (no. 12613) dan lafadznya : “menikahlah dengan wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga dengan jumlah umatku yang banyak didepan para Nabi lainnya”. Sanadnya kuat.

Penjelasan Hadits :

  1. Anjuran untuk memperbanyak anak, namun dengan tetap memperhatikan pendidikannya agar muncul darinya generasi Islam yang sholih.
  2. Namun jika ternyata dengan memiliki banyk anak ada masalah yang dapat membahayakan sang Ibu, boleh baginya untuk membatasi jumlah anak. Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang hal tersebut dalam Liqoo’aat, lalu diantara jawaban beliau adalah :

لكن أحياناً تدعو الضرورة إلى التقليل من الولادة لكون الأم لا تتحمل ويلحقها الضرر، فحينئذٍ نقول: لا بأس بذلك، ويُسْلَك أخفُّ الضررَين

… Namun terkadang ada hal darurat yang menyebabkan untuk hanya memiliki sedikit ana, karena sang Ibu jika hamil lagi akan membahayakan dirinya, maka ketika itu, kami katakan : ‘tidak mengapa, engkau memilih kemudhorotan yang paling ringan’.

  1. Imam Ibnu Utsaimin dalam fatwa yang tadi disebutkan, juga mengingatkan bahwa anjuran untuk memiliki anak yang sedikit adalah berasal dari musuh-musuh Islam baik dari orang kafirnya maupun yang munafik. kata beliau :

وما محاولة تقليل النسل في الأمة الإسلامية إلا خدعة من أعداء المسلمين سواء كانوا من المنافقين الذين تظاهرون بالإسلام، أو من الكفار الذين يصرحون بالعداوة للمسلمين

Tidaklah propaganda untuk memiliki anak sedikit, melainkan itu berasal dari tipu daya musuh-musuh Islam, sama saja apakah mereka dari kalangan munafikin yang menampakkan Islam atau dari kalangan orang kafir yang jelas memusuhi Islam.

Categories