Menteri Saudi: Pemerintahan Lebanon ‘Nyatakan Perang’

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri di Riyadh pada Senin (6/11).  | foto: rep


MUSTANIR.COM, RIYADH — Agresi milisi Hizbullah di Lebanon merupakan ‘pernyataan perang’ terhadap kerajaan Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Menteri Saudi Urusan Teluk Thamer al-Sabhan.

“Kami akan memperlakukan pemerintah Lebanon sebagai pemerintah yang mengumumkan perang terhadap Arab Saudi karena agresi Hizbullah,” kata Thamer al-Sabhan seperti diwartakan Al Arabiya, Selasa (7/11).

Sabhan menambahkan, milisi Hizbullah yang terlibat dalam kegiatan teroris mengancam kerajaan Arab Saudi. Dia mengatakan, Arab Saudi akan menggunakan segala cara politik dan cara lainnya untuk menghadapi milisi tersebut.

Al-Sabhan juga menuduh Hizbullah menjadi dalang dari penyelundupan narkoba ke Arab Saudi dan melatih anak-anak muda Saudi terkait terorisme. “Kami harap pemerintah Lebanon segera bertindak untuk mencegah Hizbullah,” kata Thamer al-Sabhan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengundurkan diri dari posisinya. Dia beralasan ada rencana pembunuhan terhadapnya. Ia juga menuduh Iran, saingan utama Arab Saudi, dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah, telah menabur perselisihan di dunia Arab.

Pengunduran diri Hariri akan menggulingkan koalisi pemerintahan yang mencakup kelompok Syiah Hizbullah. Hal tersebut juga akan mendorong Lebanon kembali ke garis depan persaingan regional Arab Saudi-Iran dan mempertaruhkan krisis politik baru.

Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah enggan memberikan komentar terkait pernyataan al-Hariri. Dia menilai pernyataan tersebut datang dari pemerintah Arab Saudi. Dia juga menuduh Arab Saudi memaksa Hariri untuk mengundurkan diri. (republika.co.id/7/11/2017)

Categories