MUI: Seharusnya Pemerintah Mendorong Untuk Berzakat

MUI: Seharusnya Pemerintah Mendorong Untuk Berzakat

Mustanir.com – Alasan Bappenas yang berencana menggunakan dana zakat adalah tidak optimalnya program yang berjalan sendiri-sendiri. MUI pun mendesak agar pemerintah mendorong lembaga zakat agar lebih optimal.

Ketua Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa program yang berjalan sendiri-sendiri hasilnya tidak optimal, sehingga perlu disatukan. Menurutnya dengan adanya koordinasi dengan Baznas, program pengentasan kemiskinan skala besar yang dicanangkan pemerintah bisa lebih optimal.

“Nanti saya akan bicara dengan Baznas. Pokoknya tahun ini saya akan bicara,” kata Bambang, Kamis (15/09) lalu.

Menanggapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpendapat bahwa seharusnya pemerintah mendorong program lembaga zakat, agar lebih optimal. “Pemerintah mendorong saja supaya lebih optimal,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin kepada Kiblat.net di Kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (20/09).

Menurut Kiai Ma’ruf, keberadaan Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berasal dari masyarakat menjadikan mereka dekat dengan umat. Tetapi, selama ini lembaga-lembaga tersebut menghapi kendala berupa keterbatasan akses ke masyarakat.

“Pemerintah ikut mendorong, misalnya perusahaan-perusahaan, orang-orang kaya didorong untuk berzakat melalui lembaga,” imbuhnya.

“Selama ini belum ada dorongan optimal,” ujar Kiai Ma’ruf.

Bentuk dorongan pemerintah, lanjutnya, diantaranya bisa dengan menjadikan zakat sebagai pengurang pajak. Pola itu selama ini telah berlaku di Malaysia. “Pajaknya itu dikurangi sebesar zakat yang diberikan,” ungkapnya.

Kiai Ma’ruf menilai dorongan pemerintah yang lain adalah berupa edukasi terhadap masyarakat tentang zakat. Selain itu juga memperkuat Baznas secara kelembagaan. Termasuk juga memperkuat lembaga-lembaga zakat milik masyarakat. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Seharusnya memang pemerintah lebih mendorong rakyatnya untuk membayar zakat dibandingkan membayar pajak. Inilah pandangan yang Islami. Karena pajak dalam Islam bukanlah solusi satu-satunya untuk mendapatkan income APBN. APBN dalam Islam lebih beragam dan pastinya lebih banyak slot income-nya.

Jika saja Indonesia mau menerapkan Syariat Islam dan menggunakannya untuk mengatur kehidupan rakyat Indonesia, niscaya Indonesia dapat menjadi negara adidaya dan juga dapat mengungguli kesejahteraan negara-negara maju di dunia saat ini.

Categories