merdeka.com

Napi Bebas saat Pandemi Corona Berpotensi Perluas Jaringan Kriminal

MUSTANIR.net – Pembebasan narapidana oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui program asimilasi untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan lembaga pemasyarakatan terus menuai pro dan kontra.

Sosiolog UGM, Sunyoto Usman, menilai dampak pembebasan tersebut bisa bervariasi. Ada yang melangkah ke arah positif, namun tak menutup kemungkinan ada pula yang justru sebaliknya.

Menurut dia, para napi kasus kriminal yang dibebaskan justru mendapat pelajaran dari dalam penjara untuk memperluas jaringan kriminal mereka.

“Mereka sekolah gratis di penjara. Mereka bisa memperluas jaringan kriminal melalui penjara. Yang perlu perhatian serius jaringan kriminal yang terbentuk dalam penjara. Mereka yang keluar dari penjara memanfaatkan jaringan tersebut untuk aksi kriminal,” ungkapnya.

Dia menyarankan agar kebijakan itu dievaluasi dengan mempertimbangkan berbagai sektor. Dengan begitu, pembebasan napi dalam rangka menekan laju pandemi corona akan berjalan baik dan tidak menimbulkan permasalahan baru.

“Harus ada studi dampaknya terhadap berbagai sektor kesehatan, sosial, ekonomi. Pertimbangannya harus komprehensif,” kata Sunyoto.

Kemenkumham dan Pemerintah Daerah, lanjutnya, perlu memberi bantuan kepada para napi yang bebas namun kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab hal itu penting untuk memastikan mereka tidak lagi melakukan tindak kriminal. “Jangka pendek (beri) bantuan sosial,” tandasnya. []

Sumber: Okezone

Categories