Perang Akhir Z

Narasi Akhir Zaman Membuat Barat Gelisah

MUSTANIR.net – Barat, terutama pengamat dan praktisi kontra-terorisme, memang rajin menelaah diksi-diksi khas Islam yang, menurut mereka, menjadi bibit pemahaman radikalisme. Sebut saja soal khilafah, daulah ,dan akhir zaman.

Di antara pandangan Barat tentang narasi akhir zaman dan keterkaitannya dengan aksi jihad, disajikan dalam jurnal yang diterbitkan Tony Blair Institute for Global Change. Judulnya Inside the Jihadi Mind; Understanding Ideology and Propaganda (Oktober 2015).

Dalam jurnal tersebut tema akhir zaman (end of days) disebut sebagai narasi yang sering diucap kelompok jihad, selain soal keimanan (creedal values) serta harga diri dan solidaritas (honour and solidarity).

Narasi akhir zaman memiliki pengaruh yang sangat kuat karena didasarkan pada salah satu rukun iman, yaitu iman kepada hari akhir (kiamat). Ayat-ayat al-Qur’an berulang kali mengingatkan tentang hari tersebut. Sedangkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW menyibak tanda-tanda akhir zaman, yang hari demi hari semakin terlihat dan terasa dalam kehidupan nyata.

Dalam konteks perang ideologi, narasi akhir zaman juga memiliki sifat unik sekaligus ‘berbahaya’, setidaknya di kalangan pemikir Barat. Narasi ini bersifat menghibur umat Islam, bahwa kekalahan yang mereka alami hari ini bagian tak terelakkan dari takdir atau kuasa Tuhan.

Namun pada saat yang sama, narasi akhir zaman menjanjikan kemenangan akhir ada di tangan kaum Muslimin. Poin ini menjadi pembakar semangat dan motivasi umat Islam untuk terus mengobarkan perlawanan (jihad).

Di tengah tekanan demi tekanan yang menghempaskannya dalam keterpurukan, umat Islam melihat berbagai tanda-tanda akhir zaman yang presisi dengan nubuwat Nabi Muhammad SAW bermunculan. Nubuwat yang sama juga menjanjikan akhir zaman bagi kemenangan bagi umat Islam. Disitulah spirit untuk mengejar kemenangan terus menyala.

Di sisi lain, dekatnya akhir zaman membuat umat Islam menyadari kehidupanya di dunia tidak akan lama lagi. Selepas kehidupan di dunia, mereka akan memasuki fase kehidupan kekal di akhirat, dan hanya mengenal surga atau neraka.

Karena itu, mereka berusaha keras agar akhir kehidupan di dunia ini happy ending (khusnul khatimah). Satu-satunya cara meraih khusnul khatimah adalah dengan mengorbankan segala yang dimiliki untuk kemuliaan agama (Islam).

Spirit dan rasa percaya diri yang menghasung umat Islam untuk menyongsong masa depan itu terasa jomplang bila dibandingkan dengan ideologi Barat. Mereka tidak memiliki konsep yang jelas tentang akhir zaman—Bibel justru mengabarkan nasib sial bani Israel di akhir zaman. Padahal, siapapun pasti akan hanyut oleh waktu dibawa ke ujung kehidupan dunia.

Ke-jomplang-an itu akhirnya menimbulkan kepanikan. Israel mewujudkan kepanikan itu dengan rajin menanam pohon Gharqad, pohon yang berpihak kepada mereka dalam perang akhir zaman. Sementara kalangan pemikir strategis Barat berusaha mereduksi pemahaman umat Islam yang benar terhadap akhir zaman.

Sumber: Tony Syarqi

Categories