Nasihat Untuk Engkau Muslimin Pendukung dan Pembela Pemimpin Kafir Bermulut Kasar

Nasihat Untuk Engkau Muslimin Pendukung dan Pembela Pemimpin Kafir Bermulut Kasar

Oleh: Adjih Mubarok

Masih hangat pembicaraan mengenai ucapan salah seorang Kepala Daerah yang menyatakan, bahwa kaum muslimin telah di bohongi oleh Quran Surat Al Maidah ayat 51. Ayat tersebut berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi awliya(mu); sebahagian mereka adalah awliya bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi awliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Sengaja saya tidak terjemahkan kata awliya menjadi pemimpin sebagaimana terjemahan Depag. Karena ada ‘ulama’ menerjemahkan kata awliya secara tekstual menjadi ‘yang dekat’. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di stasiun televisi. (lihathttps://www.youtube.com/watch?v=QT23mUC8Aes)

Padahal dalam kitab Tafsir yang beliau tulis sendiri, kata awliya diterjemahkan sebagai ‘penolong’ dan ‘pemimpin’. (lihat http://tafsirq.com/5-al-maidah/ayat-51#tafsir-quraish-shihab). Lho kok -seolah-olah- kontradiksi? Wallahu a’lam.

Faktanya apa yang disampaikan ulama tersebut di stasiun televisi, jauh sebelum ada polemik dari pernyataan seorang Kepala Daerah -you know who- yang kafir. Yang menyambungkan antara penjelasan ‘ulama’ tersebut mengenai QS Al Maidah ayat 51 dan pernyataan Kepala Daerah Kafir dan Berpolemik -you know who- adalah (diantaranya) artikel yang ditulis di situs ini http://www.bacakabar.com/…/quraish-shihab-menjawab-begini-p…

Artikel tersebut seolah-olah menjadikan ulama tersebut pro dengan Kepala Daerah yang kafir dan bermulut kasar -you know who. Dengan mengutip pernyataan ulama yang meraih gelar doktor studi Quran Hadits tersebut di televisi secara serampangan sebenarnya para pendukung Kepala Daerah yang kafir dan bermulut kasar -you know who- tersebut sama sekali tidak merubah konsepsi dasar Islam, yang terpatri dalam keimanan dalam hati seorang Muslim, bahwa KAUM MUSLIM HARAM MEMILIH dan MEMILIKI PEMIMPIN KAFIR.

Dari QS Al Maidah ayat 51 tersebut saja kita bisa langsung memberikan judge, mereka yang mendukung/mengambil/pro pemimpin Kafir adalah termasuk golongan tersebut (lihat Tafsir Jalalayn, QS Al Maidah ayat 51)

Artinya para pendukung Kepala Daerah yang kafir dan bermulut kasar -you know who- tersebut adalah bagian tak terpisahkan. Mereka satu golongan. Jikalau mereka yang mendukung adalah sesama Kafir, kita tidak heran, tetapi jika mereka adalah yang sholat dan berpuasa (baca: Muslim) maka bagaimana kemudian dia sholat dan berpuasa sedangkan mereka termasuk pada golongan yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya (baca: Kafir).

Wahai kaum muslimin pendukung pemimpin kafir dan bermulut kasar, ingatkah kita pada sabda Rasul kita yang mulia, Muhammad Shalallahu ‘alayhi wa sallam, yang jauh-jauh hari telah mengultimatum kaum muslimin dalam sabdanya. Dalam standar yang paling rendah, bahkan kaum muslimin dilarang untuk meniru orang kafir. Beliau bersabda:

مَن تَشَبَّها بقومٍ فهو منهُم
“barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Daud]

Meniru saja dilarang apalagi ber-wala’, yakni menjadikan teman, menjadikan sahabat, menjadikan penolong, menjadikan pemimpin -and you named it- kesemuanya dilarang. Bahkan salah satu tujuan dari Syariat Islam adalah untuk menyelisihi orang-orang Kafir (lihat Mukhtaaraatu min kitaabi Iqtidha’u Shiraatil Mustaqiim Li Mukhaalafati Ash-haabil Jahiim, Muhammad bin Ali Adh-Dhabi’I, terjemah hlm 34, arab hlm 21)

Bukankah Allah telah tegas sekali berfirman:
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
“Barang siapa diantara kalian yang menjadikan orang kafir sebagai awliya, maka mereka termasuk dalam golongan mereka” (QS Al Maidah ayat 51)

Pada bagian mana teks Quran dan Hadits diatas tidak bisa dipahami oleh kalian wahai kaum muslimin pendukung dan pembela pemimpin Kafir bermulut kasar?

Jangan sampai perilaku kita laiknya Abu Jahal dkk., yang mengakui kejujuran Rasulullah akan tetapi hidayah mereka terhalang oleh kecintaan mereka terhadap Syahwat Jabatan-Kedudukan serta harta-duniawi. Apakah Allah harus menurunkan azab terlebih dahulu sehingga kalian benar-benar tunduk dan patuh pada ayat Quran dan Hadits yang sebegitu jelas sejelas matahari di siang hari?

Wahai kaum muslimin yang sedang terhijabi oleh syahwat, kembalilah…

Categories