
Palestina Menunggu Kita Segera Menegakkan Khilafah dan Mengirimkan Tentara
MUSTANIR.net – Takdir bumi Palestina adalah menjadi tanah kharajiyyah. Yakni, tanah yang dibebaskan oleh tentara Islam dengan jihad fi sabilillah, tentara Islam yang dikirim oleh daulah khilafah, menjadi tanah wakaf untuk seluruh kaum muslimin.
Palestina pertama kali dibebaskan era Khalifah Umar raḍiyallāhu ‘anhu. Ke dua kali dibebaskan oleh jihadnya Sholahudin al Ayyubi. Dan insya Allah akan kembali dibebaskan dengan jihad para tentara khilafah yang dikomandoi oleh seorang khalifah.
Jadi, solusi Palestina bukan merdeka tapi jihad. Jihad yang dimaksud bukan jihad bertahan dari serangan Zionis seperti yang dilakukan Hamas. Melainkan jihad pembebasan yang dilakukan oleh tentara kaum muslimin.
Hamas memang luar biasa, namun tak akan mampu keluar dari realitasnya sebagai milisi. Sekuat apa pun, kemampuan milisi tak sebanding dengan negara. Apalagi Zionis Yahudi didukung Amerika.
Jihad yang membebaskan Palestina adalah jihad ofensif (hujumi), yang dilakukan oleh entitas negara. Entitas negara yang bisa mengirim tentara untuk berjihad membebaskan Palestina, bukan tentaranya Erdoğan dari Turki. Bukan tentaranya al Sisi dari Mesir. Bukan tentaranya bani Saud di Arab. Bukan pula tentara entitas Iran, yang berulang kali sesumbar akan menghapus Zionis Israel dari para dunia tapi masih terus membiarkan pembantaian pada muslim Palestina.
Negara yang mengirimkan tentara untuk membebaskan Palestina adalah negara khilafah. Sebab, solusi tuntas untuk masalah Palestina hanya khilafah.
Karena itu kita tidak boleh terlena hanya mendoakan Palestina, mengumpulkan sedekah untuk Palestina, tapi melalaikan perjuangan khilafah. Sebab, Palestina hanya bisa dibebaskan dengan khilafah, bukan dengan sedekah dan doa-doa.
Lihatlah betapa pilunya nasib saudara kita di Palestina. Dahulu saat masih ada khilafah yang berpusat di Turki, Zionis tak berani mendatangi tanah Palestina.
Bahkan Sultan Abdül Hamid II mengusir Theodor Herzl yang menawarkan uang untuk membeli tanah Palestina bagi pemukiman Yahudi. Tapi saat khilafah runtuh pada tahun 1924, tidak berselang lama entitas Zionis Yahudi tegak pada tahun 1949. Sejak saat itulah pembantaian kaum muslimin di Palestina dimulai dan terus terjadi hingga hari ini.
Khilafah tidak akan tegak jika umat ini masih qona’ah pada demokrasi. Masih menyerahkan kekuasaan pada sistem sekuler melalui pemilu. Masih melabuhkan harapan pada pesta pengkhianatan setiap lima tahun sekali.
Sudah saatnya umat fokus pada dakwah. Dakwah yang menyeru pada khilafah. Dakwah yang akan menyelamatkan negeri ini dengan khilafah, dan mengirimkan putra-putra terbaik negeri ini sebagai tentara jihad untuk membebaskan Palestina. []
Sumber: Ahmad Khozinudin
