PBNU Imbau Agar Kemiskinan tak Cuma Diperdebatkan

foto: republika


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Perdebatan tentang daya beli masyarakat yang melemah atau tumbuh sudah waktunya diakhiri. dog rescue oakley ca Tema perdebatan ini tak ubahnya sebuah pertarungan opini memperebutkan hegemoni untuk menguasai persepsi masyarakat umum. nike chaussures Karena itu, PBNU mengimbau agar terjun langsung melihat kemiskinan secara nyata di lapangan. new balance black “Pelaku perdebatan ini kaum borjuis yang menguasai mesin produksi yang sebenarnya berperan penting menghasilkan kebutuhan pokok masyarakat. Mereka yang kuat kok malah debat, karena itu hentikan perdebatan yang tidak manfaat ini,” ujar Ketua PBNU Sulton Fatoni kepada Republika.co.id, Senin (9/10). Cheap UGGS Menurut Sulton, masyarakat tidak bisa hanya dipahami melalui metode angka lalu disimpulkan dalam table, grafik atau lainnya. oakley sale 2014 Jika ingin tahu masyarakat secara utuh bisa dengan melihat langsung dinamika sosialnya. air jordan kids “Jika ingin tahu tingkat kemiskinan masyarakat misalnya, langsung saja datangi untuk melihat kondisi rumahnya, kualitas makanan tiap harinya hingga pola hidupnya dalam menjaga kesehatan,” ucapnya. adidas Peduli kepada masyarakat dengan cara menganalisa daya belinya melemah atau tumbuh, menurut Sulton, itu bias kepentingan. new balance sale Pada kondisi tertentu kepentingan para pengusaha dan pada momentum tertentu kepentingan penguasa atau oposan. adidas neo “Masyarakat saat ini sudah mempunyai kecerdasan sendiri baik saat menjadi konsumen maupun produsen.” Kata Sulton. nike air max 90 (republika.co.id/9/10/2017) Komentar: Pemilihan 2019 masih lama, tapi beberapa kalangan sudah cukup sibuk menyiapkan segala sesuatunya, padahal rakyat butuh “kerja nyata” bukan sekedar slogan saja.

Categories