‘NU dan PDI Perjuangan Selalu Bergandengan Tangan’

foto: CNN Indonesia


MUSTANIR.COM, Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan selalu ‘bergandengan tangan’ dengan PDI Perjuangan. NU menyatakan sejak lama bekerja sama dengan PDI Perjuangan dalam menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengutarakan hal tersebut usai keluar dari kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di bilangan Menteng, Jakarta, Sabtu malam (14/10).

“Kita semua tahu, bahwa NU dan PDI (Perjuangan) atau ulama dan nasionalis sejak dulu selalu bergandengan tangan. Selalu merapatkan barisan,” ucap Said.

Said lalu menjelaskan kedekatan NU dengan kalangan nasionalis di masa silam. Dia menceritakan, tokoh NU, Kiai Wahab merupakan sahabat dekat dengan proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno.

Kemudian, anak dari pendiri NU Hasyim Ashari, Wahid Hasyim juga memiliki hubungan dekat dengan politisi golongan nasionalis.

Tidak ketinggalan, mantan Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gusdur juga disebut sangat akrab dengan Megawati, karena pernah memimpin Indonesia bersama-sama sebagai presiden dan wakil presiden.

“Maka apabila terjadi ketidakserasian, berarti melawan sejarah,” kata Said.

Said lalu menjelaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan secara berkala. Dia tidak ingin ada pihak yang berusaha memecah kedekatan NU dan PDI Perjuangan atau antara santri dan kalangan nasionalis.

Di tempat yang sama, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengamini pernyataan Said. Hasto menjelaskan, kedatangan Said menemui Megawati merupakan bentuk silaturahmi yang telah lama terjalin.

“Mengingat secara kultural Ibu Mega itu betul-betul teringat dengan apa yang disampaikan Bung Karno bagaimana perjuangan santri,” kata Hasto.

Dalam kesempatan itu, Said dan Megawati juga membicarakan situasi sosial politik di tingkat nasional. Banyak hal yang dibicarakan. Termasuk mengenai Pilgub Jawa Timur yang bakal dihelat pada 2018 mendatang. (cnnindonesia.com/15/10/2017)

Categories