Pedang Terhunus Bagi Penghina Allah dan RasulNya Bagian 1

Pedang Terhunus Bagi Penghina Allah dan RasulNya Bagian 1

Oleh: Adjih Mubarok

Pedang Terhunus Bagi Penghina Rasul, begitulah kira-kira terjemah literal dari kitab Ibnu Taymiyyah berjudul ash-Shariim al-Maslul ’ala Syaatim ar-Rasuul. Judul diatas terinspirasi dari kitab tersebut. Kira-kira apa saja kriteria yang bisa sampai sebagai penghinaan kepada Rasulullah oleh Ibnu Taymiyyah? Download dulu disini ya https://archive.org/details/FP16239 kemudian baca sendiri. Hehe.
 
Kata “syaatim” pada judul buku tersebut adalah isim fa’il dari “syatama-yasytumu/yasytimu-syatman”. (lihat Qomus Al Maany online http://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/%D8%B4%D8%AA%D9%85/ .
 
Kata “syaatim” merujuk pada kata “as-sabbu”, isim mashdar dari “sabba-yusabbu”. Kedua kata tersebut bila di indonesiakan artinya “kutukan atau meng-kutuk.
 
Dalam Mu’jam Al Ghanniy. Kata “asy-Syatmu” berarti القَذْفُ بِكَلماتٍ نَابِيَةٍ yakni melemparkan kata-kata kotor kepada Nabi. Dalam bahasa ‘Orang-Kulon’ biasa disebut sebagai Blasphemy. Mengutip tulisan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi mengenai Blasphemy, beliau menjelaskan sebagai berikut:
 
“Blasphemy atau blasfemie (bahasa Perancis) adalah istilah yang digunakan untuk penistaan agama di Barat. Kata blasphemy dalam Online Etymology Dictionary, © 2001 Douglas Harper berasal dari bahasa Latin blasphemia atau bahkan dari Yunani blasphēmein. Artinya irreligious, pernyataan, perkataan jahat atau menyakitkan, terkadang juga diartikan bodoh.
 
Masih ditulis oleh beliau, bahwa “Secara definitif blasphemy adalah kejahatan menghina atau menista atau menunjukkan pelecehan atau kurang menghargai Tuhan, agama, ajarannya serta tulisan-tulisan-tulisan mengenainya. Juga berarti sikap menghina terhadap sesuatu yang dianggap sakral. (Merriam-Webster’s Dictionary of Law, © 1996).
 
Menurut The American Heritage blasphemy adalah aktifitas, pernyataan, tulisan yang merupakan penghinaan, irreligius, mengenai Tuhan atau sesuatu lainnya yang sakral.
 
“Dalam the Random House Dictionary dan juga The American Heritage, menganggap seseorang sebagai Tuhan atau mengaku memiliki kualitas seperti Tuhan termasuk blasphemy. Pengertian Easton Bible Dictionary (1897) bahkan lebih detail lagi. Blasphemy termasuk mengingkari adanya Roh Kudus, Bible, kemessiahan Jesus atau menganggap mukjizat Jesus itu sebagai kekuatan setan.” Begitulah blasphemy menurut penjelasan dari Ketua INSIST tersebut.
(lihat di https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=871920172909064&id=212684542165967 )
 
Mengolok-olok Allah termasuk perbuatan Blasphemy yang di dalam hukum Islam (hudud) perbuatan tersebut dimasukkan dalam kategori istihza’. Al Fakhrur Razi dalam tafsirnya mengatakan:
 
“Sesungguhnya, memperolok-olok agama, bagaimanapun bentuknya, hukumnya kafir. Karena olok-olokan itu menunjukkan penghinaan; sementara keimanan dibangun atas pondasi pengagungan terhadap Allah dengan sebenar-benar pengagungan. Dan mustahil keduanya bisa berkumpul.” (selengkapnya bisa baca di https://almanhaj.or.id/3015-hukum-istihza-bid-din-memperolok-agama.html
 
Untuk penghina Rasulullah Ibnu Taymiyyah berkata “Para ulama telah bersepakat bahwa orang mukmin yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kafir murtad dan wajib dibunuh. Pendapat ini adalah ijma’ yang telah dinukil oleh manyoritas para ulama, diantaranya Imam Ishaq Bin Ruwaihah, Ibnu Mundzir, Qodhi Iyadh, Al-Khattabi dan lain-lain.”(As-Sharimul Maslul… hlm. 13-16)
 
Beliau rahimahullah juga menambahkan “Kata-kata yang bertujuan meremehkan, merendahkan martabatnya, sebagaimana dipahami kebanyakan orang, terlepas perbedaan akidah mereka, termasuk melaknat dan menjelek-jelekkan” (Ash-Sharim Al-Maslul … hlm 563)
Dalil-dalilnya, baik dari Quran, Sunnah dan Ijma’ ulama dilampirkan Ibnu Taymiyyah di kitab tersebut, silakan sekiranya semua bisa membuka sendiri kitabnya, download gratis disini https://archive.org/details/FP16239
 
Sebagaimana yang sedang hangat-hangatnya di media sosial mengenai seorang Kepala Daerah Kafir yang bermulut kasar telah menuduh bahwa kaum muslimin dibohongi oleh Quran Surat Al Maidah ayat 51, apakah hal ini termasuk kepada aktivitas istihza’ (mengolok-olok ayat Quran) dan apakah juga termasuk penghinaan kepada Rasulullah yang membawa risalah Quran tersebut?
 
Jawaban saya Wallahu a’lam.
 
Saya hanya ingin mengingatkan kepada orang-orang Kafir bahwa ada balasan di muka bumi ini (sebelum peradilan di akhirat) berupa peradilan Islam bagi mereka yang masih suka mengolok-olok Islam (termasuk simbol Islam berupa Quran dan Sunnah) serta juga bagi mereka yang menghina Rasulullah. Hukumannya sudah jelas tertera dalam khazanah tsaqofah Islam. Syariat Islam adalah bentuk anugerah Allah dalam menjaga kewibawaan Islam di mata manusia.
 
Didalam Islam lembaga peradilan yang bertugas memberikan vonis tersebut disebut dengan qadha. Lembaga inilah yang bertugas untuk menyampaikan keputusan hukum yang sifatnya mengikat. Lembaga ini bertugas menyelesaikan perselisihan yang terjadi diantara sesama anggota masyarakat atau mencegah hal-hal yang dapat merugikan hak masyarakat atau mengatasi perselisihan yang terjadi antar warga masyarakat dengan aparat pemerintahan, pejabat pemerintahan atau pegawai negeri, khalifah atau yang lainnya. (Nizhamul Hukmi fil Islam, hlm. 182)
 
Memvonis kepala Daerah yang kafir yang telah menuduh bahwa kaum muslimin telah dibohongi oleh QS Al Maidah ayat 51 adalah tugas peradilan tersebut (baca: Qodho). Qodhi (pimpinan qodho) inilah yang akan menjatuhkan vonisnya dalam peradilan ‘khushumat’.
Selengkapnya silakan baca Nizhamul Hukmi fil Islam download disini http://www.hizb-ut-tahrir.org/index.php/AR/bshow/78/
 
Sayangnya saat ini Qodho tidaklah ada di negeri ini. Dan pernyataan yang diucapkan kepala daerah kafir-bermulut kasar tadi itu, belum bisa di adili secara Islam. Di negeri ini pun hukuman paling banter hanyalah dipidanakan dengan UU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA tahun 1965, yakni dihukum selama-lamanya 5 tahun.
(lihat Pasal 156a UU 1/PNPS/1965 atau download disini http://abbah.yolasite.com/resources/UNDANG%20UNDANG%20PENODAAN%20AGAMA.pdf )
 
Bersambung dulu…

Categories