Pemimpin Komando ISIS Tewas Akibat Drone AS

drone-as1

Pemimpin Komando ISIS Tewas Akibat Drone AS

Mustanir.com – Seorang pemimpin komando Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dinyatakan tewas akibat serangan yang dilakukan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat (AS). Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Gedung Putih pada Jumat (21/8).

Dewan Keamanan Nasional AS, Ned Harga mengatakan pemimpin ISIS itu teridentifikasi sebagai Fadhil Ahmad al Hayali. Drone AS menyerangnya dalam sebuah konvoi di dekat Mosul, Irak, pada Selasa  (18/8) lalu.

Al Hayali dianggap sebagai sosok kunci dibalik keberhasilan operasi yang dilakukan ISIS. Di antaranya, pemindahan senjata dan bahan peledak dari dari Irak ke Suriah atau sebaliknya. Ned menilai kematiannya akan berdampak besar terhadap operasi-operasi ISIS selanjutnya.

“Mengingat pengaruhnya membentang mulai dari keungan, media, operasi, dan logistik,” jelasnya seperti dilansir dari Sky News.

Tidak hanya al Hayali, pada serangan itu, seorang operator media ISIS yang kerap melakukan propaganda, yakni Abu Abdullah, juga tewas.

Komandan ISIS Tewas

Komandan kedua Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terbunuh dalam serangan udara AS di Irak. Gedung Putih mengatakan, Jumat (21/8), kematian Fadhil Ahmad al-Hayali memberi pukulan telak bagi pemberontak.

“Fadhil Ahmad al-Hayali yang juga dikenal dengan Hajji Mutazz terbunuh dalam serangan udara militer pada 18 Agustus saat berkendara di dekat Mosul, bersama operator media ISIS Abu Abdullah,” ujar juru bicara Gedung Putih Ned Price.

Menurut Price, Mutazz memegang peranan penting dalam menggkoordinasikan pergerakan senjata, bahan peledak, transportasi, maupun orang-orang dari Irak dan Suriah.

Dia juga bertanggung jawab dalam operasi di Irak dan membantu dalam perencanaan serangan ke Mosul pada Juni tahun lalu. Mutazz merupakan seorang letnan kolonel saat kepemimpinan rezim Saddam Hussein. Dia sebelumnya pernah ditahan pasukan AS di Camp Bucca.

Koalisi anti-ISIS pimpinan AS rutin melancarkan serangan ke pemberontak. Serangan diyakini bakal semakin gencar setelah Turki memberi izin ke Paman Sam untuk menggunakan pangkalan militernya. (rol/adj)

Categories