bincangsyariah.com

Penguasa adalah Penggembala

MUSTANIR.net“Setiap kalian adalah ‘penggembala’ dan kalian akan diminta akuntabilitas atas ‘gembalaan’ kalian.” Rasul ﷺ mengistilahkan seorang pemimpin bagaikan, raa’in, seorang penggembala.

Filosofi sederhananya adalah, tak ada satu pun penggembala yang rela ternaknya mati diterkam serigala. Pemimpin sebagai penggembala ini mulai level rumah tangga, masyarakat, sampai tertinggi dalam bernegara. Untuk efektifitasnya dalam berbangsa dan bernegara, dibuat qanun atau UU yang sifatnya mengikat dan memberikan SOP agar posisi pemimpin tetap sebagai ‘penggembala’.

Lebih khusus dalam kondisi pandemi Covid 19. Saat rakyat ini akan diterkam Covid 19, kehadiran penguasa sebagai penggembala wajib ada. UU-nya ternyata sudah ada. Kenapa negara ini lumpuh dalam mengamalkan UU kesehatan terkait dengan karantina atau lockdown?

Bukankah yang dikelola negara saat ini lebih 80 % dari pajak? Artinya dari rakyat. Untuk menstabilkan rupiah saja (IHSG), rezim ini sudah menggelontorkan dana 300 T. Kenapa buat rakyat susah?

Susah ya? Ya, susah jika negara sudah dikooptasi dan dihela dengan sistem kapitalis. []

Sumber: Luthfi Hidayat al Banjary

Categories