Membangun Kembali Kebangkitan Umat Melalui Tiga Pijakan Kesadaran Utama

MUSTANIR.net – Kondisi umat Islam saat ini yang terpecah belah dan kehilangan kepemimpinan tunggal merupakan konsekuensi langsung dari berbagai peristiwa politik di masa lalu. Keruntuhan kepemimpinan global umat pada tahun 1924 menjadi titik krusial hilangnya pelindung serta payung pemersatu bagi seluruh dunia Islam. Pembagian wilayah secara paksa melalui Perjanjian Sykes-Picot di bawah kekuasaan asing makin memperparah keterpecahan tersebut.

Oleh karena itu, (1) kesadaran sejarah dari sudut pandang ajaran Islam menjadi syarat mutlak untuk memahami akar permasalahan yang terjadi saat ini. Membaca peristiwa masa lalu secara kritis dapat mencegah timbulnya kekeliruan dalam menilai sejarah, sebab narasi sejarah sangat ditentukan oleh sudut pandang pihak yang menuliskannya.

Selain pemahaman masa lalu, perbaikan keadaan juga memerlukan (2) kesadaran politik berlandaskan prinsip ajaran Islam. Tanpa adanya kesadaran ini, tatanan yang ada saat ini akan dianggap sudah final dan tidak mungkin lagi diubah. Padahal, selama aturan dan tatanan hidup belum sejalan dengan standar ajaran Islam, keadaan tersebut harus terus dijadikan sasaran perubahan.

Pergantian tatanan politik biasa terbukti kerap kali belum mengarah pada ajaran Islam apabila tidak didasari oleh sudut pandang politik Islam. Pengaturan urusan masyarakat secara menyeluruh memerlukan institusi politik yang secara khusus menerapkan ajaran agama sebagai dasar utama dalam seluruh aspek kehidupan.

Hal terakhir yang juga sangat penting, bahwa proses perubahan menuju tatanan yang lebih baik tidak akan terwujud tanpa adanya (3) kesadaran partisipasi dan aksi nyata dari masyarakat. Kekuatan utama untuk menggerakkan perubahan terletak pada masyarakat yang memiliki pemahaman sejarah, kepekaan politik, serta dorongan untuk terlibat aktif.

Keterlibatan aktif ini didasari oleh keyakinan bahwa berjuang dan mendakwahkan kebenaran merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh ajaran agama sekaligus jalan keluar atas berbagai persoalan. Pada akhirnya, dorongan keimanan inilah yang menjadi motor penggerak utama agar perjuangan dan partisipasi tersebut terus berjalan secara konsisten. []

Sumber: Ngaji Shubuh

About Author

Categories