Ribuan Tenaga Kerja China dan Empati Presiden Kepada Pribumi

Ribuan Tenaga Kerja China dan Empati Presiden Kepada Pribumi

Berita:

Menurut Presiden Jokowi, sebanyak 21.000 tenaga kerja China pun keluar dan masuk. Hal itu disebabkan banyak hal yang tenaga kerja lokal yang belum siap. “Kalau kita siap pasti pakai tenaga kerja sendiri. Pakai putra putri Indonesia sendiri,” lanjut dia.

“Banyak yang diisukan, tenaga kerja China masuk sampai 10 juta-20 juta orang. Itu tidak ada. Informasi yang saya terima 21.000 tenaga kerja China. Itu iya.”

Jokowi melanjutkan, tidak logis jika tenaga kerja China dengan estimasi Upah Minimum Rp 5 juta mau ke Indonesia dengan upah minimum hanya sekitar Rp 2 juta. (kompas/adj)

Komentar:

Mungkin benar jika berita masuknya jutaan pekerja dari China adalah hoax, akan tetapi ribuan tenaga kerja yang tercatat tersebut dan diakui oleh Presiden merupakan sebuah bukti bahwa ada pekerja China yang masuk ke Indonesia. Dan jumlahnya tidak sedikit.

Kami sebagai warga negara yang baik dan peduli kepada penduduk Indonesia yang menganggur, jelas tidak bisa menerima jika ada alasan mempekerjakan pekerja China adalah karena ketidaksiapan SDM dari dalam Negeri.

Ada lebih dari 1 juta tenaga kerja Indonesia yang menganggur dan jika hanya dibutuhkan puluhan ribu saja, apakah tidak ada SDM yang siap dan mumpuni untuk dipekerjakan? Kami berharap Presiden lebih memiliki empati kepada lebih dari 1 juta penganggur dalam negeri dan memberikan mereka semua kesempatan, dibandingkan kepada pekerja China yang bayarannya bahkan lebih mahal.

Bapak Jokowi adalah Presiden bagi rakyat Indonesia, bukan Presiden rakyat manapun. Seharusnya empati Presiden lebih mendalam kepada rakyat sendiri (pribumi) dibandingkan kepada rakyat negeri lain. Lebih membela rakyat sendiri, dibandingkan rakyat negeri lain. Lebih memilih rakyat sendiri, meskipun harus di training terlebih dahulu, dibandingkan rakyat negeri lain.

Categories