SBY di HUT Demokrat ke-16: Sometimes We Win, Sometimes We Learn

foto: detik.com

MUSTANIR.COM, Jakarta – Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberi pidato di acara peringatan HUT ke-16 partainya menceritakan soal kemenangan dan kekalahan Demokrat dalam Pemilu dan Pilkada di Indonesia.

“2004 ketika usia baru 3 tahun, kita bersyukur dan bersuka cita karena PD masuk 5 besar dalam Pemilu 2004 dan saya terpilih menjadi Presiden RI,” tutur SBY.

“Di tempat ini, pada tahun 2009, kita lebih bersyukur lagi kehadirat Allah SWT, Pemilu 2009 Demokrat pemenang pertama dan saya terpilih kembali menjadi Presiden RI,” imbuh SBY.

Meski demikian, SBY juga menceritakan duka Partai Demokrat dalam Pemilu. SBY mengaku tulus menerima kekalahan partainya saat itu.

“Di tempat ini pula tahun 2017 Demokrat lapang dada menerima kekalahan. Dengan tulus saya langsung mengucapkan selamat kepada partai pemenang papan atas dan Presiden Jokowi-Wakil Presiden Jusuf Kalla,” sebut SBY.

SBY lantas memberi pesan dari ceritanya itu kepada seluruh kadernya yang datang.

“Ada kalanya kita menang, ada kalanya kita kalah dan memetik hikmah,” ucap dia.

“Sometimes we win, sometimes we learn,” tambah SBY. (news.detik.com, 9/9/2017)

Komentar:
Aktivitas politik di era sekular yang terlihat paling menonjol adalah aktivitas pemenangan kekuasaan. Maka wajar jika SBY menyebut, “Sometimes we win, sometimes we learn,”. Begitulah politik hari ini, berbeda jauh dengan politik di masa kejayaan peradaban Islam, dimana edukasi dan pengaturan masyarakat berdasarkan syari’ahlah yang terlihat paling dominan. [] ysf

Selengkapnya: http://www.mustanir.com/membandingkan-aktivitas-politik-antara-dulu-dan-sekarang/

Categories