Kesederhanaan Utusan Allah dan Tangisan Amirul Mukminin

Kesederhanaan Utusan Allah dan Tangisan Amirul Mukminin

Mustanir.com – Suatu hari Umar bin Khattab radhiallahu’anhu menemui Nabi Muhammad SAW di kamar beliau. Ketika Umar masuk, Rasul sedang berbaring  di atas sebuah tikar yang telah usang.

Tikar tersebut membekas dipunggung beliau, maka air mata Umar menetes tidak bisa menahan kesedihannya melihat keadaan Rasulullah. Lalu Nabi Muhammad Saw bertanya sambil memandang Umar,“Apa yang membuatmu menangis wahai Umar?”

Umar menjawab dengan suara tersendat karena tangisan, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, sedangka  tikar ini membekas dipunggung engkau. Aku juga tidak melihat apapun di rumah engkau. Para raja tidur di atas kasur sutra dan tinggal di istana yang megah, sementara engkau disini, padahal engkau adalah Nabi dan manusia pilihan Allah”.

Rasulullah kemudian menjawab sambil tersenyum, “ Wahai Umar, kebaikan mereka dipercepat datangnya dan kesenangan mereka itu pasti terputus. Sedangkan kita adalah kamu  yang kebaikannya ditunda hingga hari akhir. Tidakkah engkau rela jika akhirat untuk kita dan dunia untuk mereka!”.

Mendengar ucapan Rasulullah, Umar tersenyum.

Ibrah:

  1. Melihat kesederhaan Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam, padahal beliau adalah Kekasih Allah, seorang berwatak keras seperti Umar saja menangis.
  2. Kita bukan seorang Rasul dan belum juga dijamin masuk Surga, akan tetapi kebanggan kita terhadap kekayaan di dunia sungguh memalukan.
  3. Jika Umar saja yang berwatak keras sanggup menangis karena kesederhanaan Rasulullah, maka mengapa kita yang lemah ini tidak mampu menangis dengan kesederhanaan Rasululullah?

Categories