Tasikmalaya Budayakan Bersedekah dan Mengajak Berjilbab Kepada Warganya

masjid-agung-tasikmalaya (512 x 287)

Tasikmalaya Budayakan Bersedekah dan Mengajak Berjilbab Kepada Warganya

Jumat Minggu Pertama, Jadi Hari Tasik Bersedekah

Mustanir.com – Program Tasik Bersedekah merupakan program yang mulia, yang bisa ikut membantu masyarakat baik dalam program sosial, program pendidikan, program ekonomi, program lingkungan, demikian dikatakan Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman, usai peringatan Isra Miraj dan acara peresmian hari Tasik Bersedekah di Masjid Agung Tasikmalaya, Rabu (29/4/2015).

Menurutnya, program ini sudah berjalan dilingkup Pemerintah Kota Tasikmalaya sejak Juli 2014 lalu. “Alhamdulillah selama Tasik Bersedekah berjalan sudah terkumpul sekitar Rp 500 juta. Saya mengajak seluruh pegawainya untuk mendukung program ini dengan menyisihkan Rp 2 ribu dalam sebulan di minggu pertama setiap bulannya. Lebih besar lebih bagus,” katanya.

Budi menilai ada potensi besar dalam program Tasik Bersedekah, pasalnya jika setengah dari jumlah penduduk Kota Tasikmalaya ikut serta akan terkumpul Rp 700 juta per bulan dan dalam setahun bisa mencapai Rp 8.4 miliar.

Dikatakan Budi, sesuai regulasi yang ada program Tasik Bersedekah dikelola oleh Baznas.

“Nawaitunya ibadah, karena saya yakin jika terwujud dalam satu bulan terkumpul bisa Rp 700 juta dan dalam setahun Rp 8.4 miliar kalau dikelola dengan baik akan sangat membantu warga tidak mampu, ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat lagi. (pikiranrakyat/adj)

Pemerintah Kota Tasikmayala Ajak Masyarakatnya Berhijab

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemerintah Kota Tasikmalaya Hanafi, SH mengatakan titik tekan Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 07 Tahun 2014 adalah lebih kepada membentuk tata nilai kehidupan masyarakat yang religius di kota Tasikmalaya.

“Religius di sini maksudnya adalah menjalankan agama sesuai dengan ajarannya masing-masing. Islam juga kan mengatur hal itu (sebagaimana ayat “lakumdinukum waliyadin“),” kata Hanafi kepada hidayatullah.com di Balaikota Pemkot Tasikmalaya, belum lama ini.

Menurut Hanafi program awal Perda sangat dinamis karena Perda tersebut merupakan spirit dengan pendekatan persuasif-edukatif yang konsepnya adalah syiar (dakwah bagi umat Islam, untuk umat lain menyesuaikan, red).

“Jadi, program-programnya lebih mengajak dan mendidik masyarakat untuk kembali kepada tuntunan sesuai agamanya masing-masing dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari,” kata Hanafi.

Hanafi mencontohkan, jika kembali kepada Perda tersebut adalah yang paling sederhana etika berpakaian. Sebab, menurutnya, yang sering menjadi penyebab masalah dan tindak kejahatan selama ini salah satunya adalah etika dalam berpakaian.

“Misalnya cara berpakaian yang dapat menimbulkan hasrat seseorang,” cetus Hanafi.

Sehingga, menurut Hanafi tuntunan bagi umat Islam, model pakaian yang dianjurkan bahkan wajib adalah hijab. Meskipun, lanjutnya, itu merupakan hubungan antara manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Masalahnya itu perintah agama, mau dilaksanakan itu hak umat, dan jika tak mau melaksanakan itu pun juga hak umat, tetapi perlu umat mengerti nanti ketika di akhirat tinggal terima akibatnya,” jelas Hanafi.

Untuk itu, kata Hanafi, pemerintah kota Tasikmalaya mengajak warganya khususnya bagi perempuan yang beragama Islam untuk berhijab, dan berpakaian secara sopan.

“Salah satunya cara adalah dengan mengedarkan surat kepada lembaga-lembaga pendidikan, tempat usaha yang memperkerjakan orang banyak atau kantor-kantor pemerintahan dan lain sebagainya,” pungkas Hanafi. (hidayatullah/adj)

Categories