Tentara Amerika Disiagakan untuk Mengamankan Freeport

tentara-amerika-1

Tentara Amerika Disiagakan untuk Mengamankan Freeport

Mustanir.com – Dalam rapat Tim Pengawas Papua waktu itu terungkap, ada 70 pasukan Amerika Serikat yang masih aktif, kini berada di perusahaan PT Freeport. Hal ini diungkap oleh politisi Partai Hanura Ali Kastela. Wakil Ketua DPRD Papua, Jimmy J, saat dikonfirmasi tribun usai rapat, membenarkan hal tersebut.

Jimmy menjelaskan, tak tahu persis sejak kapan keberadaan 70 pasukan Amerika Serikat di PT Freeport. Ia menduga wajar bila ada pasukan Amerika Serikat yang mengamankan  PT Freeport.
“Jangankan pasukan asing, pasukan TNI aktif, kabarnya juga ikut menjaga PT Freeport,” kata Jimmy.
Jimmy menjelaskan, terlepas sejak kapan keberadaan pasukan Amerika Serikat di PT Freeport, Papua, kini memang sedang dalam intaian pihak asing, Amerika Serikat dan Australia.
“Dan sebenarnya, yang patut diwaspadai bukanlah OPM bersenjata. Tapi, OPM berdasi. Mereka masuk ke dalam birokrasi di Papua, mendapat jabatan enak, tapi sengaja tak menjalankan kebijakan. Dengan harapan, rakyat Papua marah,” kata Jimmy.
Permasalahan di Papua, sebenarnya dapat diselesaikan bila pemerintah bersikap konsisten dalam melaksanakan Otsus Papua. Namun kenyataannya, pelaksanaannya tak dilakukan dengan baik, sehingga rakyat Papua marah.
“Kompleksitas masalah di Papua kini masih terjadi, angka buta huruf masih tinggi, dan masih banyak yang susah. Selama perut orang Papua, belum bisa kenyang, maka selama itu Pula orang Papua akan terus minta merdeka,” imbuhnya seraya mengatakan, pasukan AS di Freeport diduga memata-matai kisruh Papua.
“Dan bukan tidak mungkin, 70 orang pasukan  Amerika Serikat di PT Freeport, bertugas untuk memata-matai. Bagi orang Papua, Amerika punya sejarah. Kita mau curiga atau tidak, mereka (70 pasukan Amerika di PT Freeport) tugasnya adalah menjaga persoalan perusahaan negaranya,” sergahnya. (rm/adj)
Komentar Mustanir.com
Keberadaan tentara aktif Amerika di Freeport jelas merupakan pertanda bahwa Amerika memang tidak mau Freeport diganggu oleh siapapun, termasuk -mungkin- pemerintah Indonesia. Sungguh ironis sekali, padahal Freeport berada di wilayah Indonesia, tapi bahkan Indonesia tidak memiliki kedaulatan ekonomi dan politik atas tanahnya sendiri.
Hanya sistem Islam yang akan dapat mengelola SDA Indonesia dengan baik untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kedaulatan politik dan ekonomi pun akan dimiliki oleh Indonesia, sebagaimana dahulu kaum muslimin telah membuktikannya. Apapun masalahnya, pastilah Syariat Islam solusinya.

Categories