en.qintara.de

Tiga Aspek Solusi Islam Hadapi Pandemi

MUSTANIR.net – Penyebaran wabah Covid-19 kian hari terus meningkat. Untuk itu, ada tiga aspek solusi Islam hadapi pandemi. “Setidaknya, ada tiga aspek solusi Islam dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Ustadzah Nanik Wijayati, Pemimpin Redaksi Majalah Cermin Wanita Sholihah dalam kajian online Komunitas Keluarga Sakinah Tapos: Islam Perisai Umat Garda Terdepan Melawan Corona, Ahad (5/4/2020) via WhatsApp grup.

Ustadzah Nanik pun menjelaskan solusi Islam dalam aspek akidah:

“Pertama, harus kita pahami bahwa wabah adalah qadla Allah (ketetapan Allah) yang menjadi ujian bagi manusia, mau atau pun tidak kita harus menerimanya (QS al-Hadid: 22). 

“Kedua, virus ini adalah mahluk Allah, kehadirannya menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran (QS an-Nahl: 13).

Ketiga, Allah pun sudah memperingatkan manusia di dalam al-Qur’an (QS ar-Rum: 41), sebab wabah adalah karena kesalahan manusia. 

Dari aspek syariah, Islam sudah memberikan tuntunan bagaimana menghadapi wabah ini dengan baik. Yakni tuntunan sebagai individu, masyarakat ataupun negara (penguasa). Pada individu dituntut untuk sabar, senantiasa berdoa, berikhtiar dan tawakkal. Pada masyarakat dituntut untuk mengisolasi diri bagi yang sakit, saling tolong menolong dan orang yang sehat diupayakan tetap berusaha beraktivitas untuk memenuhi kewajibannya,” ujarnya di hadapan sekitar 253 peserta online.

Di dalam sistem Islam, ada 7 tanggung jawab besar yang harus dilakukan negara, yakni: 

Pertama, negara sebagai penanggung jawab dan pelindung utama. 

Kedua, negara harus melakukan karantina wilayah. 

Ketiga, mencukupi fasilitas kesehatan. 

Keempat, menjamin kebutuhan dasar rakyat. 

Kelima, menjamin keamanan. 

Keenam, mempertahankan sendi-sendi ekonomi.

Ketujuh memprioritaskan penanganan wabah secara cepat dan optimal,” tegasnya.

“Dari aspek dakwah, dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dengan adanya wabah, menuntut kita untuk senantiasa ber-amar ma’ruf nahi munkar. Dalam hal amar ma’ruf hendaklah senantiasa mengedukasi masyarakat, ta’awun antara masyarakat dan fastabiqul khairat. Sementara dalam hal nahi munkar, setiap lapisan masyarakat mampu melakukan kontrol sosial, mencegah mudharat dan keburukan. Dan yang tidak bisa ditinggalkan adalah muhasabah lil hukkam/mengoreksi kebijakan yang salah dan mengajukann perubahan sistem kebijakan yang sesuai dengan Islam,” bebernya.

Dalam kajian online tersebut, hadir pula dr. Defti Putri Perdhani, Praktisi Kesehatan. Dr Defti Putri memaparkan bagaimana awal mula, penyebaran, penularan serta pencegahan dari pandemi ini. Serta menekankan perlunya keseimbangan antara menjaga imun dan menguatkan keimanan sebagai upaya pencegahan tertularnya Covid-19 ini. []

Sumber: Voice of al-Islam

Categories