Zionis Yahudi Pecah Konsentrasi Warganet Indonesia dengan Video yang Memfitnah Muslim Rohingya?

MUSTANIR.net – Bermunculannya video pendek untuk mendiskreditkan Muslim Rohingya patut diduga merupakan bagian dari upaya Zionis Yahudi memecah konsentrasi Muslim Indonesia yang tengah fokus julid fisabilillah kepada kebiadaban Zionis Yahudi terhadap Muslim Palestina sekaligus mengadu domba Muslim Indonesia dengan Muslim Rohingya yang seharusnya saling tolong menolong menjadi saling membenci.

Pasalnya, Zionis Yahudi mendukung militer Myanmar dalam genosida terhadap Muslim Rohingya dan Perang Saudara pada 1952. Setidaknya itu tertuang dalam dokumen Kementerian Luar Negeri Israel setebal 25 ribu halaman yang dirilis media Haaretz.

Selain itu, Zionis Yahudi juga mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk membayar buzzer dan influencer untuk memberikan citra yang positif terkait Zionis Yahudi. Namun, ternyata rezim Zionis Yahudi kaget dan kewalahan melihat tentara dan warga entitas Zionis Yahudi yang stres lantaran medsosnya banyak diserang oleh pasukan julid fisabilillah dari Indonesia.

Karena itu, sekali lagi, patut diduga, bermunculannya video dan komentar-komentar yang mendiskreditkan Muslim Rohingya adalah upaya Zionis Yahudi untuk memecah fokus warganet Muslim Indonesia yang tadinya konsentrasi melakukan julid fisabilillah menjadi terpecah harus memberikan sanggahan terhadap setiap video fitnah yang dilancarkan buzzer dan influencer bayaran (ataupun relawan) pro Zionis Yahudi.

Seperti kita ketahui, nasib Muslim Rohingya itu sama persis dengan nasib Muslim Palestina, sama-sama tanahnya dirampas dan diduduki kafir penjajah. Di Palestina diduduki dan dijajah Zionis Yahudi. Di Arakan diduduki dan dijajah Budha Burma/Myanmar.

Sebelumnya, Muslim Palestina dan Muslim Arakan (Rohingya) hidup tenang di bawah naungan khilafah Islam. Namun, Inggris melalui antek-anteknya berhasil meruntuhkan khilafah. Oleh Inggris, Palestina diserahkan kepada Zionis Yahudi.

Oleh Inggris juga, Kesultanan Benggala dipecah menjadi tiga bagian. Sebagian menjadi negara bangsa Bangladesh yang sangat sekuler, sebagian dimasukkan ke negara bangsa Hindu India (Muslim India juga nasibnya sama buruknya dengan Muslim lainnya yang juga tengah dijajah), sebagian dimasukan ke negara bangsa Budha Burma/Myanmar. Yang dimasukan ke negara bangsa Budha Burma itu adalah Arakan yang penduduknya bersuku Rohingya.

Lalu penduduknya (Muslim Palestina dan Muslim Rohingya) sama-sama dibantai dan diusir. Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Namun, ikatan negara bangsa menjadikan mereka dengan Muslim Rohingya seperti bukan saudara. Itulah salah satu keberhasilan kafir penjajah menanamkan ikatan nasionalisme.

Dari sisi perlawanan, Palestina dapat melawan sedangkan Arakan tidak. Hal itu terjadi lantaran di Palestina muncul banyak ulama dan kelompok perlawanan (jihad), sedangkan di Arakan tidak, sehingga rezim Budha waktu itu maupun junta militer Mynmar saat ini dengan leluasa menguasai tanah kaum Muslim Arakan tersebut. Sedangkan di Palestina kita semua bisa melihat kemuliaan jihad yang diamalkan oleh Hamas dan para mujahid Palestina.

Jadi, Muslim Indonesia, Bangladesh, dan Malaysia, jangan sampai termakan provokasi para buzzer dan influencer bayaran (ataupun relawan) pro Zionis Yahudi (maupun yang latah ikut-ikutan alunan propaganda Zionis Yahudi) yang memfitnah Muslim Rohingya sedemikian rupa sehingga kita malah antipati terhadap Muslim Rohingya. Ingat, kita ini semua bersaudara, dan ikatan nasionalisme adalah ikatan batil jebakan dari kafir penjajah untuk memecah belah Muslim sedunia agar menjadi lemah.

Warganet Indonesia, tetaplah fokus julid fisabilillah terhadap Zionis Yahudi, meski sekarang ditambah PR untuk mengedukasi publik agar jangan sampai termakan fitnah keji terkait Muslim Rohingya.

Jangan lupa, edukasi pula publik untuk selamatkan Palestina, selamatkan Arakan, dan selamatkan negeri-negeri Islam lainnya yang kini tengah diduduki kafir penjajah dengan khilafah dan jihad.

Allahu akbar! []

Sumber: Joko Prasetyo

About Author

Categories