(alraiah.net)

Virus Corona dan Dampaknya ke Ekonomi Dunia

MUSTANIR.net – Perekonomian global di bawah sistem kapitalisme yang rusak adalah lebih lemah dari sarang laba-laba. Di mana, guncangan apapun, kuat ataupun lemah, berpengaruh negatif atau positif terhadap seluruh perekonomian dunia; berpengaruh pada harga-harga bursa, harga-harga barang-barang vital dan jasa, seperti minyak, emas, perusahaan maskapai global. Sebab yang membuat perekonomian tersebut memiliki sifat yang negatif dan buruk ini kembali kepada lebih dari satu perkara, di antaranya:

1- Bersandar kepada back up yang lemah untuk pertukaran perdagangan dan kurs mata uang, sebagai back up untuk kebanyakan simpanan devisa di negara-negara di dunia. Back up ini adalah Dollar, di mana Dollar tidak bersandar kepada pondasi yang tetap berupa emas atau perak, atau bahkan berupa barang-barang berharga yang memiliki nilai instrinsik. Kita telah melihat dampak dari ketidakseimbangan global ini lebih dari satu kali dalam bentuk guncangan-guncangan perekonomian di dalam perekonomian global; melonjak dan terpuruk. Kita juga telah melihat penderitaan negara-negara di dunia, khususnya negara besar karena kekuasaan Amerika ini dan upaya-upaya sejumlah negara untuk lepas dari pengaruh Dollar, tetapi tanpa ada hasil yang bisa disebutkan.

2- Interkoneksi antara pasar-pasar keuangan global, di mana guncangan apapun yang terjadi di pasar maka dengan secepat kilat akan bergerak ke seluruh dunia sesaat setelah terjadi. Sebab cacat ini kembali kepada fakta bahwa pasar-pasar ini tidak memiliki sesuatu yang bisa membuatnya stabil dalam bentuk back uang yang tetap. Sebagian besar saham dan obligasi yang diperoleh pasar-pasar ini merupakan ungkapan dari angka-anka dan sebagian besarnya merupakan angka-angka palsu. Guncangan-guncangan sebelumnya telah terjadi di beberapa negara besar dan kecil yang menimbulkan gelombang global yang menghancurkan yang hampir melenyapkan negara-negara dari peta.

3- Hegemoni Amerika dan kekuasaannya terhadap dunia secara ekonomi. Amerika seperti yang sudah diketahui, perekonomiannya menderita defisit besar dalam neraca perdagangannya dan APBN, disebabkan aksi-aksi politik dan militer yang dilakukannya yang jauh lebih besar dari skala perkonomiannya; dan disebabkan penerbitan surat-surat berharga Bank Sentralnya dalam jumlah besar, tanpa back up hakiki berupa emas dan perak atau barang-barang berharga yang setara. Juga disebabkan belanja dalam negerinya yang jauh melampaui PDBnya. Kekuasaan ini membuat Amerika menggunakan segala cara busuk dan perang menghancurkan, ancaman dan janji-janji, untuk mempertahankan kekuasaan ini. Sebab tanpanya maka Amerika divonis akan mati.

4- Amerika mengontrol komoditas vital seperti minyak. Amerika juga mengontrol pasar keuangan. Dan ada kebutuhan global secara industri terhadap komoditas-komoditas vital ini. Perkara ini memiliki pengaruh yang besar terhadap negara-negara industri dan negara-negara konsumen dan membuatnya berada di bawah belas kasihan kontrol Amerika.

5- Perang dagang menghancurkan yang sedang dialami dunia saat ini menimbulkan ketidakseimbangan di pasar, produksi dan ekspor. Juga menimbulkan fluktuasi di pasar uang dan menimbulkan dampak-dampak negatif terhadap komoditas vital semisal minyak dan emas.

Adapun penyakit yang disebut Corona ini, maka secara riil menimbulkan krisis ekonomi global baru. Cakupannya terus bertambah tiap hari. Direktur IMF Kristalina Georgieva, pada Februari lalu menyatakan: (Ketidakpastian mengenai pengendalian virus Corona baru memerlukan persiapan untuk menghadapi skenario negatif tambahan selama tahun 2020, mengantisipasi efek negatif pada pertumbuhan ekonomi China, dan semua negara di dunia akibat epidemi). Dia menambahkan dalam pidatonya di akhir pertemuan G20 para menteri keuangan dan gubernur bank sentral, yang diadakan di ibukota Saudi, Riyadh: (Akan lebih bijaksana untuk mempersiapkan diri guna menghadapi lebih banyak skenario negatif ). Kristalina mengisyaratkan (risiko lain selain penyebaran virus, karena tingkat utang yang tinggi di Negara-negara dan perusahaan-perusahaan bisa mempengaruhi naiknya tingkat risiko yang lebih tinggi, atau pengetatan takterduga di dalam kondisi-kondisi keuangan).

Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics mengatakan, “Penyebaran virus yang cepat berarti tidak ada lagi keraguan bahwa itu akan mengganggu perekonomian selama kuartal ini.” Edward Moya, analis pasar senior di Awanda mengatakan, “Kekhawatiran bahwa larangan perjalanan akan berdampak signifikan pada ekonomi menjadi meningkat, pada saat yang sama sebagian orang khawatir PDB China akan turun 1% atau bahkan lebih pada kuartal pertama 2020.”

Penyebaran wabah virus ini juga memiliki dampak negatif yang besar terhadap maskapai penerbangan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan: (Total pendapatan global untuk maskapai penerbangan yang hilang mungkin mencapai $ 29,3 miliar, disebabkan virus Corona). Dalam pernyataannya, Etihad menambahkan bahwa penilaian awal tentang dampak wabah virus (menunjukkan potensi kerugian 13% permintaan penumpang untuk maskapai-maskapai di wilayah Asia Pasifik).

Epidemi virus Corona ini juga berdampak pada harga minyak. Karena harga minyak mencatat level terendah sejak Januari 2019, dikarenakan kekhawatiran para investor tentang dampak virus Corona pada permintaan minyak di Cina. Harga minyak mentah Brent turun menjadi $ 53,3 per barel. Harga minyak mentah AS juga turun di bawah lima puluh dolar per barel. Harga minyak turun lebih dari 20% dibandingkan dengan harga tertinggi yang tercatat bulan lalu. Prediksi Lembaga-lembaga internasional menunjukkan bahwa virus Corona mengurangi permintaan sebanyak 260 ribu barel per hari di dalam negeri China. Dan prediksi itu juga menunjukkan kekhawatiran akan semakin melemahnya permintaan minyak, seiring dengan tidak adanya akses untuk mendapatkan vaksin yang bisa mengatasi penyakit tersebut. Cina adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dengan rata-rata impor harian mencapai 10 juta barel. Dan China merupakan konsumen terbesar kedua dengan konsumsi rata-rata harian mencapai 13,2 juta barel.

Adapun dampak terhadap harga emas, emas mencatatkan level harga tertinggi dalam satu pekan, mengingat upaya para investor mencari tempat yang aman di tengah berlanjutnya kekhawatiran megenai dampak ekonomi penyebaran virus Corona yang jumlah korbannya bertambah setiap hari mencapai lebih dari 2.000 orang hingga sekarang.

Mushthafa Nashar, seorang ahli ekonomi mengatakan, “Masih ada banyak ketidakpastian berkaitan dengan dampak virus terhadap pasar. Kita melihat pertumbuhan korban meninggal dan sakit tiap hari. Ada konsekuensi-konsekuensi ekonomi yang masih belum jelas. Hal itu yang mendukung permintaan atas emas pada periode mendatang.”

Kejadian-kejadian ini dan kejadian lainnya sebelumnya, menampatkan seluruh dunia di depan kenyataan perekonomian yang pasti, yaitu: bahwa perekonomian global lebih lemah dari sarang laba-laba, disebabkan perekonomian tegak di atas pondasi-pondasi yang rusak dan busuk. Pertama, tidak ada akar, tiang dan pilar-pilar perekonomian, khususnya sistem moneter seperti yang telah kami sebutkan merupakan sistem yang palsu tidak hakiki. Juga menempatkan dunia di depan hakikat yang lebih penting, yaitu perlunya dunia untuk mencabut sistem yang rusak ini dan menggantinya dengan sistem rabbani yang shahih. Banyak pihak telah berbicara dan banyak pena telah digoreskan pada krisis sebelumnya (krisis hipotek 2008) bahwa yang bisa menyelamatkan perekonomian global dari perangkap dan krisis-krisisnya adalah sistem ekonomi Islam.

Sungguh ini mengingatkan kita kepada firman Allah ‘azza wa jalla, dan Dia bersaksi atas kekufuran dan sistem-sistemnya yang sakit:

﴿أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ﴾ [التوبة: 109]

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (TQS at-Tawbah [9]: 109)

Dan Allah SWT berfirman:

﴿مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ﴾ [العنكبوت: 41]

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (TQS al-‘Ankabut [29]: 41)

Kita memohon kepada Allah SWT agar guncangan ini menjadi pembuka kebaikan untuk menyelamatkan dunia dari kesesatannya dan keterlantarannya, kepada jalan yang lurus dan petunjuk.

Sumber: Syaikh Hamad Thabib

Categories