30 Pondok Pesantren Dicap Radikal, CIIA: Itu Klaim Sepihak BNPT

Pondok Pesantren Dicap Radikal

30 Pondok Pesantren Dicap Radikal, CIIA: Itu Klaim Sepihak BNPT

Pengamat kontra-terorisme, Harits Abu Ulya menilai hasil temuan Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) yang menyebutkan bahwa ada sekira 30 Pondok Pesantren dicap radikal merupakan klaim sepihak BNPT.

Menurut Harits, pernyataan BNPT adalah contoh sudut pandang dan paradigma yang jelas berpihak dan klise. Karena, radikal itu tidak hanya berbentuk aksi, tetapi juga berbentuk pemikiran.

“Radikal tidak selalu menghasilkan tindakan terorisme. Itu over simplikasi yang dilakukan BNPT dan itu berbahaya,” katanya dalam pernyataan yang dikirimkan ke Kiblat.net pada Selasa (10/3/2015).

Harits berharap, pemerintah dan masyarakat bisa berpikir obyektif serta rasional dalam menyikapi situasi yang ada. Fenomena Ponpes Ngruki, bisa menjadi contoh pembelajaran masyarakat agar lebih hati-hati dalam menilai.

Sebagaimana diketahui, Ponpes Ngruki kerap kali dituduh sebagai pondok pesantren yang radikal. Lalu, BNPT atau Densus 88 menemukan fakta di lapangan bahwa beberapa orang alumni Ngruki dituduh atau terlibat aktifitas yang dicap terorisme oleh mereka. Padahal, Ponpes ini sudah meluluskan puluhan ribu santri.

Dia berpendapat, situasi seperti ini masyarakat tidak bisa serta merta menilai bahwa Ponpes Ngruki itu radikal. Karena, terangnya, berubahnya radikal pemikiran menjadi radikal aksi itu masih banyak membutuhkan variabel dan stimulan lainnya.

“Karena hal ini berkaitan dengan internal dan sikon ekternal yang meliputinya,” ungkap Direktur The Community of Islamic Ideology Analyst (CIIA) ini.

Diberitakan sebelumnya, Kemenag mengaku menerima data dari Kepolisian bahwa sekira 30 lebih Ponpes ditemukan berpaham radikal. Data ini diklaim oleh BNPT, BIN dan Densus 88 didapatkan setelah melakukan penelitian selama beberapa waktu dan meneliti secara mendalam.

sumber : kiblatnet

Categories