Abdurrohim, Juara Cabang 30 Juz Musabaqah Hafalan Al Quran Nasional

abdurrohim

Abdurrohim, Juara Cabang 30 Juz Musabaqah Hafalan Al Quran Nasional

Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadis Pangeran Sultan Bin Abdulaziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke VII secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (11/03) kemarin. Abdurrohim dari Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Kanwil Kemenag DI Yogyakarta didaulat sebagai juara cabang paling bergengsi, yaitu hafalan Al-Quran 30 juz. Karena prestasi ini, Abdurrohim mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 48 juta.

Tahun lalu, Abdurrohim bahkan dinobatkan sebagai juara 1 Kejuaraan serupa Tingkat ASEAN-Pasifik dalam kategori tahfidz 20 juz. Atas keberhasilannya kala itu, remaja kelahiran Bantul, 28 Maret 1996 ini berhak mendapat 13 ribu riyal (sekitar Rp 40 juta) dan naik haji gratis atas undangan Kerajaan Saudi.

Apa resep keberhasilannya? “Sering muroja’ah (mengulang hafalan-red),” katanya saat ditemui di Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY beberapa waktu lalu. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ia merasakan sendiri betapa kompetisi di tingkat ASEAN-Pasifik begitu ketat. “Kompetitor terberat dari Filipina,” kata putra pasangan Syamsuri-Siyaminah ini yang mengaku belajar menghafal al Quran sejak TK. Terlebih menurut Abdurrahim, ayat yang diuji dipilih oleh juri secara acak. “Ini lebih sulit daripada urut,” ungkapnya lagi.

“Saya sangat senang dan bersyukur sekali atas keberhasilan ini,” ujar sulung empat bersaudara ini. Ia sejak lama ingin naik haji sejak kecil. Selain itu ia juga mengaku ingin melanjutkan kuliah di Makkah.

Bagaimana tanggapan Kemenag DIY? “Tentu kita sangat mengapresiasi sekali dan minimal kita bantu kelengkapan administrasi,” ujar Kakanwil Kemenag DIY Prof.Dr.Nizar,M.Ag melalui Kasi MTQ dan Seni Budaya Islam Bidang Penais Zawa H.Suradjiman,SH,MPdI

SUMBER

Categories