Akankah Obama Mengakui Kedaulatan Palestina Sebelum Lengser?

WASHINGTON - AUGUST 08: U.S. President Barack Obama pauses as he makes a statement at the State Dining Room of the White House August 8, 2011 in Washington, DC. Obama spoke on the economy, S&P downgrade and the loss of Navy SEAL members in Afghanistan. (Photo by Alex Wong/Getty Images)

 

Akankah Obama Mengakui Kedaulatan Palestina Sebelum Lengser?

Mustanir.com – Carter memang dikenal terbuka memperjuangkan Palestina dan mendorong perdamaian Palestina-Israel. Ia juga meminta Palestina agar mendapat keanggotaan penuh di PBB.

Dalam artikel yang diterbitkan The New York Times, Carter sempat meyakinkan bahwa AS bisa tetap membantu menyelesaikan konflik Palestina-Israel sebelum pergantian presiden meski waktu yang ada sangat singkat.

”Langkah sederhana namun penting harus diambil AS sebelum 20 Januari, dengan mengakui Palestina sebagai negara,” ujar Carter seperti dikutip The Independent, Ahad (4/12).

Carter juga menyatakan, Dewan Keamanan PBB harus membuat resolusi yang menekankan parameter penyelesaian konflik. Resolusi itu harus mereafirmasi ilegalitas permukiman Israel sebelum 1967 dengan perhitungan kembali area, termasuk area demiliterisasi dan pengiriman misi perdamaian oleh PBB.

Ia mengkritisi bangunan Israel di tanah Palestina dan menggusur warga Palestina. ”Lebih dari 4,5 juta warga Palestina tinggal di tanah yang diklaim milik Israel. Kebanyakan mereka juga hidup di bawah aturan militer Israel, namun tak memiliki hak sebagai warga,” ungkap Carter.

Presiden AS terpilih, Donald Trump, mengaku akan meneruskan kebijakan Pemerintah AS sebelumnya atas konflik Palestina-Israel. Menteri Pemerintah AS keturunan Israel mengatakan kemenangan Trump menandakan berakhirnya era negara Palestina.

Dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York pada September lalu, Trump sempat mengatakan ia akan mengambil langkah tak biasa dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan itu memicu kemarahan warga Palestina yang juga berkentingan atas Yerusalem. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Berharap Presiden Amerika untuk mengakui kedaulatan Palestina adalah harapan yang jauh dari kenyataan. Karena jika Presiden Amerika mengakui kedaulatan Palestina, artinya di saat yang sama Presiden Amerika mengkhianati anak emasnya, yakni Israel itu sendiri.

Memberikan harapan kemerdekaan Palestina kepada Amerika Serikat dan PBB adalah sebuah usaha yang utopis juga. Kedaulatan dan Kemerdekaan Palestina adalah kewajiban kaum Muslimin, dan untuk mendapatkan kedua hal tersebut, kaum muslimin di Seluruh dunia harus bersatu padu dalam satu visi besar yang disatukan oleh Akidah Islam.

Bagi kaum muslimin yang mengimani Hari Penghisaban, tentunya membiarkan kaum muslimin di Palestina dan dibelahan dunia lainnya tetap menderita, adalah dosa yang akan menjadi pemberat amal buruknya. Maka, bukankah kita ingin dihisab dengan diberatkan timbangan amal baiknya? Maka mari kita segera bebaskan kaum muslimin dimanapun dari kedzaliman.

Categories