Aksi Tambal Jalan Rusak Oleh Sang Pemulung, Pemerintah Kemana?

screenshot-nusantara.rmol.co-2017-03-03-13-50-50

Aksi Tambal Jalan Rusak Oleh Sang Pemulung, Pemerintah Kemana?

MUSTANIR.COM – Aksi seorang pemulung asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang menambal jalan rusak dengan kocek sendiri menjadi perhatian netizen. Dia adalah Sadiyo Cipto Wiryono atau akrab disapa Mbah Sadiyo, sudah sekitar lima tahun ini mengerjakan apa yang mestinya jadi tanggung jawab pemerintah setempat. Apa tidak malu dengan aksi Mbah Sadiyo ini ya…

Pria berusia 65 tahun ini tak ingat lagi sudah berapa lubang yang ditambal di sekitar wilayahnya itu. Karena saking banyaknya. “Saya ingat yang pertama itu di Jalan Gondang-Banaran, panjangan lima kilometeran yang saya tambal. Tiga bulan baru selesai,” kata Mbah Sadiyo. Pria yang tinggal di Dukuh Grasak RT 42 RW 11 Kecamatan Gondang, Sragen ini bercerita, biasanya dia sendiri saat menambal jalan berlubang. Kadang-kadang saja ada yang membantu. Kalau lagi beraksi, becak yang berisi barang rongsokan hasil pulungannya di parkir menutupi badan jalan. Sebagai pengaman dan tanda agar aktivitasnya tak terganggu pengendara yang melintas.

Darimana dia membeli meterial seperti semen untuk menambal jalan? Mbah Sadiyo mengaku, meski penghasilannya tak seberapa, dia menyisihkan hasil pekerjaannya untuk membeli semen. Penghasilannya hanya sekitar Rp 100 sampai Rp 150 ribu per minggu, setelah berkeliling mengumpulkan barang-barang rongsokan dan menjualnya. “Semen saya beli sendiri. Nanti pasirnya minta sisa-sisa di rumah orang yang sedang membangun. Kadang dikasih, kadang tidak,” ujarnya santai.

Ternyata, niat tulusnya memperbaiki jalan rusak berawal dari pengalamannya sendiri yang pernah jatuh terperosok akibat jalan berlubang tahun 2012. Dia juga merasa miris melihat para tetangganya yang patah tulang terjatuh akibat jalanan rusak. “Pernah ada orang yang ingin ikut membantu karena mengira saya dapat proyek dari Dinas Pekerjaan Umum. Tapi setelah tahu tidak ada bayarannya, dia langsung pergi. Saya niatkan untuk ibadah. Saya ini memang miskin. Tapi batin saya tidak miskin,” ungkapnya.

Kapolsek Gondang AKP Yohanes Trisnanto mengapresiasi dan mendukung aksi itu. Yohanes mengakui jalan aspal desa banyak yang rusak. Penerangan juga minim. Jadi, saat malam, kondisinya berbahaya. “(Ini) sangat membantu sebab sering ada yang jatuh. Kami turut mengatur lalu lintas ketika mengetahui Mbah Sadiyo menambal jalan,” ujar Yohanes.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga berterimakasih kepada Mbah Sadiyo. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau. Ini wujud kepedulian dan cinta Sragen,” kata dia seperti dikutip media online. Yuni menambahkan, aksi Mbah Sadiyo sudah ditindaklanjuti oleh jajarannya. Di antaranya, sudah mulai gerakan menutup lubang pada jalan secara serentak. Semua unsur dari PNS, TNI dan warga terlibat. Dananya juga dari patungan PNS, CSR dan warga.

Aksi mulia ini jadi perbincangan netizen, terutama di Twitter. Banyak tweeps terenyuh dengan aksi itu. Tak sedikit yang memuji dan mendoakan Mbah Sadiyo. “Luar biasa mbah sadiyo ini, amalmu mbah… Masya Allah,” cuit @rki_inspiratif. Ditimpali @ heriyono22. “Subhanallah.” Akun @ RendiIsmail6 mendoakan. “Luar biasa semoga apa yang dilakukan Mbah Sadiyo mendapatkan berkah yang luar biasa dari Allah SWT. Amin,” kicaunya. “Belajar dari Mbah Sadiyo. Meskipun hidup miskin, tapi hati beliau jauh lebih kaya dari siapapun. #respect,” cuit @jnessy_ belajar. Akun lain bilang, harusnya pejabat setempat malu. “Prosedur apa yang menghalangi pembangunan Sragen, Reformasi itu!! @dokteryuni apa gak malu yaa?” kicau @adityawasaa, men-cc akun Bupati Yuni.

Netizen di kolom komentar link berita terkait juga banyak yang komentar. Salah satunya akun @ocepculun. “Pahlawan, Anggota DPRD/DPRD dari daerah situ kemana ya. Tidur waktu sidang?” sindirnya. Akun @andrihermansyah78 menimpali. “Sudah masuk berita baru pada sibuk!!!” *** (rmol/rs)

Komentar Mustanir.com

1). Memperbaiki jalan rusak merupakan tanggung jawab pemerintah bukan tanggung jawab masyarakat.

2). Aksi ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pemerintah abai terhadap kewajibannya dalam melayani kebutuhan masyarakat.

3). Berbeda dengan Islam. Dalam islam pelayanan dan kebutuhan umat akan diperhatikan sebaik mungkin oleh penguasanya.  Penguasa akan melayani umat sebaik-baiknya. Soal jalan rusak tentu akan menjadi perhatiannya.

Categories