Aliansi Militer Islam Didukung Al-Azhar Ditolak Indonesia

In this photo provided by the Saudi Press Agency (SPA), Royal Saudi Land Forces and units of Special Forces of the Pakistani army take part in a joint military exercise "Al-Samsam 5" in Shamrakh field, north of Baha region, southwest Saudi Arabia, Monday, March 30, 2015. (AP Photo/SPA)

Aliansi Militer Islam Didukung Al-Azhar Ditolak Indonesia

Mustanir.com – Lembaga Al Azhar yang berbasis di Kairo, Mesir, memuji pembentukan aliansi militer Islam yang terdiri atas 34 negara. Ia berharap semua negara Muslim bergabung.

“Al-Azhar meminta semua negara Islam untuk bergabung dalam koalisi ini untuk melawan terorisme yang telah melakukan kejahatan yang mengerikan tanpa pandang bulu,’’ kata Al-Azhar dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Arab News, Rabu (16/12).

Menurut Al-Azhar, aliansi ini sebagai permintaan mendesak rakyat di negara-negara Islam yang telah menderita lebih dari yang lain akibat kejahatan terorisme. Pihaknya berharap aliansi ini akan mengalahkan terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Abu Zaid, mengatakan, Kairo mendukung aliansi karena dibentuk oleh negara-negara Arab dan Muslim dengan tujuan memerangi kelompok teroris.

Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu mengatakan, sikap bersatu yang diambil oleh negara-negara Muslim merupakan respons terkuat untuk pihak yang ingin menghubungkan terorisme dengan Islam. Negaranya akan memberikan bantuan apa saja yang diperlukan untuk melawan.

Saudi menginiasi pembentukan aliansi militer Islam. Seperti dikutipRT ke-34 negara tersebut di antaranya,  Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam COmoro, Qatar, Cote d’Ivoire, Kuwait, Lebanon, dan Libya.

Kemudian disusul Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria serta Yemen. Namun, di dalam daftar nama tersebut tidak terdapat Indonesia yang merupakan negara mayoritas Islam terbesar. Indonesia menganggap pembentukan aliansi bertentangan dengan Undang-Undang.

Analis militer, Ibrahim Al-Marai, mengatakan kepada sebuah koran lokal di Arab Saudi bahwa banyak negara telah memutuskan untuk bergabung dengan aliansi karena keberhasilan pasukan koalisi Arab di Yaman. ‘’Jelas aliansi akan beroperasi pada bidang militer dan lainnya, waspada melanggar kedaulatan negara lain, atau dilihat sebagai agresor,’’ ujarnya. (tempo/adj)

Komentar Mustanir.com

Setidaknya kita harus mewaspadai apa motif dibalik dibentuknya aliansi ini. Mungkin di depan kita bisa melihat bahwa koaliasi tersebut dibentuk dalam rangka memerangi terorisme. Padahal terminologi terorisme sendiri sampai sekarang masih kabur dan belum ada kesepakatan global. Terminologi terorisme saat ini cenderung bermakna orang-orang Islam yang melakukan tindakan kriminal. Karena hampir setiap kasus terorisme pelakunya pasti orang Islam.

Jika aliansi ini sesungguhnya berada dalam kontrol PBB maka jelas, siapa dibalik kepentingan aliansi ini. Yakni mereka negara-negara penganut sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi Kapitalisme yang akan diuntungkan dari aliansi ini. Guna, mengabolisi bangkitnya kembali sistem Islam yang berlandaskan Aqidah dan Syariah.

Categories