Anak Anak Suriah Tidak Tahu Apa Apa Kecuali Perang Berkepanjangan

ZA'ATARI, JORDAN - FEBRUARY 01:  Children pose for a picture as Syrian refugees go about their daily business in the Za'atari refugee camp on February 1, 2013 in Za'atari, Jordan. Record numbers of refugees are fleeing the violence and bombings in Syria to cross the borders to safety in northern Jordan and overwhelming the Za'atari camp. The Jordanian government are appealing for help with the influx of refugees as they struggle to cope with the sheer numbers arriving in the country.  (Photo by Jeff J Mitchell/Getty Images) ORG XMIT: 160600686

Anak Anak Suriah Tidak Tahu Apa Apa Kecuali Perang Berkepanjangan

Mustanir.com – Satu dari tiga anak Suriah tidak mengetahui apa-apa selain perang yang berkepanjangan, ungkap UNICEF, Senin (14/3/2016), di mana konflik di negara itu telah memasuki tahun keenam pekan ini.

Terpaksa meninggalkan rumah dan sekolah mereka, menjadi yatim piatu karena perang dan terlibat dalam pekerjaan atau pertempuran, generasi anak-anak Suriah sedang tumbuh bersama konflik yang terjadi, ungkap UNICEF dalam sebuah laporan baru, sebagaimana dilansir WB.

“Setiap anak Suriah di bawah usia lima tahun tidak mengenal apa-apa selain tumbuh bersama perang – diperkirakan ada 2,9 juta anak-anak di dalam wilayah Suriah dan sedikitnya 811.000 lainnya di negara-negara tetangga,” kata badan anak-anak PBB.

Perang Suriah telah membunuh lebih dari 270.000 orang dan, menurut PBB, memaksa lebih dari setengah dari populasi pra-konflik yang berjumlah 23 juta, meninggalkan rumah mereka.

Peter Salama, direktur regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara mengatakan, “Sementara perang berlanjut, anak-anak terlibat dalam perang orang dewasa, mereka terus putus sekolah, dan banyak yang terpaksa menjadi buruh, sementara anak perempuan menikah dini,” kata Salama.

Di dalam wilayah Suriah, “hampir tujuh juta anak hidup dalam kemiskinan, membuat masa kecil mereka dilalui dengan kerugian dan kekurangan,” kata Salama.

Lebih dari 200.000 anak-anak tinggal di daerah Suriah yang dikepung, kata laporan itu.

Sedikitnya 2,1 juta anak-anak di dalam negeri – dan 700.000 di negara-negara tetangga – berada di luar sekolah, kata UNICEF.

Dan “sebuah tren yang menjadi perhatian khusus adalah peningkatan perekrutan anak” oleh angkatan dan kelompok bersenjata, kata laporan itu.

“Anak-anak dilaporkan telah aktif didorong untuk bergabung dalam perang oleh pihak yang terlibat dalam konflik yang menawarkan hadiah dan ‘gaji’ hingga $ 400 per bulan,” ungkapnya.

Sejak 2014, anak-anak direkrut pada usia yang jauh lebih muda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya – sebagian masih berusia tujuh – dan sering tanpa izin orang tua, lanjutnya. (arrahmah/adj)

Categories