Analisis Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit)

Analisis Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit)

Oleh: Ustadz Syamsul Arifin

Ekonomi

1. Kontribusi keuangan bersih Inggris ke Uni Eropa sebesar £ 9,8 miliar (172.8 trillion) per tahun- atau sekitar £ 188 juta (3.3 triliun) seminggu – yang merupakan jumlah yang Inggris bayar setelah potongan tersebut dikurangkan bersama dengan uang yang mereka dapatkan kembali berupa hibah.

2. Setiap keluarga tidak perlu membayar £ 4.300 (75.8 juta) atau lebih buruk jika Inggris keluar Uni Eropa. Angka ini didasarkan pada proyeksi Treasury yang menunjukkan bahwa perekonomian akan menjadi 6,2% lebih kecil daripada yang akan terjadi jika Inggris tetap bersama Uni Eropa – angka ini kemudian dibagi dengan jumlah rumah tangga di Inggris.

3. Tapi, organisasi seperti FullFact menunjukkan, perubahan ekonomi tidak mempengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Beberapa daerah dapat memperoleh atau akan kehilangan lebih dari yang lain, dan keluarga miskin tidak mungkin akan terpengaruh dengan cara yang sama sebagaimana yang dirasakan keluarga kaya.

4. Kebanyakan ahli ekonomi percaya bahwa dalam jangka pendek ekonomi Inggris akan menyusut jika Inggris memilih untuk keluar. Bisnis investasi cenderung lebih rendah, harga rumah bisa jatuh lantaran orang menunda untuk pindah. Tapi ini lebih karena ketidakpastian masalah yang mendasari ekonomi Inggris sebagai akibat dari Brexit.

5. Penurunan Sterling tidak selalu berarti buruk. Ini akan membuat ekspor Inggris lebih murah – dan jika Uni Eropa memberlakukan tarif perdagangan atas barang-barang British mereka bisa sebagian off-set karena memiliki mata uang yang lemah. Namun, itu akan berarti impor menjadi lebih mahal dan bisa mendorong inflasi dalam negeri Inggris.

6. Meninggalkan Uni Eropa akan berarti memperkenalkan kembali kebebasan izin untuk bepergian ke Eropa.

7. Inggris telah memberikan total € 6.5 milyar (£ 5 milyar) melalui Uni Eropa untuk dua talangan: € 3 milyar untuk Irlandia pada bulan November 2010 dan € 3.5 milyar untuk Portugal pada Mei 2011.

8. Dengan bantuan talangan Inggris tersebut kedua negara Irlandia dan Portugal sekarang keluar dari keterpurukan. Inggris telah mendapat ganti rugi dana talangan ini kembali. Inggris sampai saat ini belum memberikan dana talangan ke zona euro lainnya selain kedua negara tersebut.

9. Inggris tidak akan membayar dana talangan untuk zona euro di masa depan. Ini telah disepakati oleh para pemimpin Uni Eropa.

10. Dari 100% sumber ekonomi Uni Eropa, hampir 44% berpusat di Inggris

Kedaulatan

11. Sejak tahun 1999 Pemerintah Inggris telah menyepakati hukum yang disahkan di Brussels sebanyak 56 kali – yang telah diberlakukan pada warga Inggris. Tapi itu baru mewakili dua persen dari total suara Uni Eropa selama waktu itu dan Inggris sudah berada di pihak yang menang sebanyak 2466 kali.

12. Tidak ada cara yang akurat untuk mengukur berapa banyak hukum UK yang berasal dari atau dipengaruhi oleh Brussels. Kelompok yang menyatakan keluar dari UE mengklaim sampai 70% dari hukum Inggris memiliki unsur (kepentingan) Eropa yang terkandung di dalamnya – sementara yang lain mengatakan kurang dari 20%.

13. Kedua kelompok dapat dibenarkan tergantung pada bagaimana Anda menghitungnya. Tetapi orang-orang ahli menghitung aturan Uni Eropa tidak benar-benar menjadi hukum dalam arti yang bermakna.

14. Inggris masih akan menjadi anggota dari Pengadilan HAM Eropa jika Inggris keluar dari Uni Eropa. ECHR (European Convention on Human Right, semacam lembaga pengadilan HAM Eròpa) tidak ada hubungannya dengan Uni Eropa dan berisi sejumlah negara non-Uni Eropa. Ini keputusan yang masih akan mengikat Inggris.

15. Inggris tidak lagi tunduk pada putusan oleh Pengadilan Eropa. Pengadilan ini memiliki aturan tentang negara-negara anggota UE yang telah merusak perjanjian Uni Eropa dan jika Inggris keluar, maka Inggris tidak lagi harus mematuhi keputusan-keputusannya.

Imigrasi

16. Warga negara Uni Eropa yang saat ini tinggal dan bekerja di Inggris akan diizinkan untuk tinggal di Inggris bahkan jika Inggris memilih untuk keluar UE. Kampanye untuk Tinggalkan UE telah membuat jelas bahwa mereka tidak akan mendeportasi siapa pun yang saat ini berada di Inggris dan pembatasan hanya akan diberlakukan kepada imigran baru. Tidak jelas kapan ini akan berlaku.

17. Sekitar tiga juta orang yang tinggal di Inggris yang tercatat pada tahun 2014 adalah warga negara Uni Eropa lain. Berarti, sekitar 5% dari populasi Inggris. Angka untuk tahun 2015 menunjukkan bahwa 1,2 juta orang yang lahir di Inggris tinggal di negara Uni Eropa lainnya.

18. Pada 2015, diperkirakan 270.000 warga dari negara Uni Eropa lainnya bermigrasi ke Inggris, dan 85.000 bermigrasi ke luar negeri. Jadi ‘migrasi bersih’ Uni Eropa sekitar 185.000. Angka ini adalah yang tercatat sebagai angka tertinggi.

19. Inggris masih mengizinkan warga non-Uni Eropa setiap tahun untuk tinggal – di mana ada pembatasan imigrasi – dari warga negara Uni Eropa. Pada tahun lalu, 277.000 warga non-Uni Eropa datang untuk tinggal di Inggris.

20. Pembatasan usia kerja terhadap warga negara Uni Eropa lebih tinggi dan memungkinkan tetap bisa bekerja di Inggris daripada warga negara Inggris sendiri dan warga non-Uni Eropa. Sekitar 78 persen dari mereka warga UE yang sudah ada di batas usia kerja masih dalam status aktif bekerja di Inggris, dibandingkan dengan sekitar 74 persen dari warga Inggris dan 62 persen dari orang-orang dari luar Uni Eropa.

21. Jumlah pekerja dari warga UE lain di Inggris digadang-gadang memiliki pengaruh jumlah rasio gaji yang harus dibayarkan oleh Inggris kepada warga UE daripada Inggris harus membayar gaji warganya sendiri dan warga negara non UE.

22. Sekitar 5% dari semua staf yang bekerja di NHS (National Health Service, layanan kesehatan nasional Inggris secara gratis) memiliki kebangsaan Uni Eropa. 10% dari dokter dan 4% dari perawat adalah warga negara Uni Eropa.

23. Imigrasi yang besar membuat warga Inggris seakan ‘diinvasi’. Pasalnya, banyak warga Eropa yang miskin kemudian datang ke Inggris untuk mencari pekerjaan bahkan hidup di Inggris

24. Jika Inggris keluar dari UE, maka seluruh immigrant ini bisa dikenai visa dimana ini akan memberikan keuntungan lebih buat inggris.

Perdagangan

25. Saat ini Uni Eropa memiliki penawaran perdagangan dengan 52 negara. Jika Inggris meninggalkan Uni Eropa dan ingin mempertahankan akses istimewa ke pasar negara-negara ini, Inggris harus melakukan negosiasi ulang tentang kesepakatan perdagangan dengan negara-negara ini.

26. Norwegia, yang memiliki akses ke Pasar Tunggal Eropa, membayar sekitar £ 115 (sekitar 2 juta) per kepala untuk akses ke UE pada 2014. Pada tahun yang sama sebagai anggota penuh Uni Eropa, Inggris harus membayar sekitar £ 220 (sekitar 3,8 juta) per kepala.

27. CETA atau Comprehensive Economic and Trade Agreement yang menaungi pasar tunggal Eropa, sekitar 80% dari perekonomian Inggris dan hanya sebagian kecil yang benar-benar ditutupi oleh CETA.

28. Penting lagi, kesepakatan CETA tidak akan memberikan jasa keuangan UK ke akses pasar Uni Eropa yang mereka miliki sekarang. Akan sulit bagi bank yang berbasis di London untuk mendapatkan hak “passporting” untuk jasa mereka di Uni Eropa.

29. Kabar bahwa TTIP tidak akan mengizinkan perusahaan Amerika untuk ‘membeli’ NHS adalah mitos

30. TTIP atau Transatlantic Trade and Investment Partnership (Transatlantic Perdagangan dan Investasi Kemitraan) adalah serangkaian negosiasi perdagangan yang dilakukan sebagian besar secara rahasia antara Uni Eropa dan AS.

31. Sebagai perjanjian perdagangan bilateral, TTIP adalah tentang bagaimana mengurangi hambatan peraturan perdagangan untuk bisnis besar, hal-hal seperti hukum keamanan pangan, undang-undang lingkungan, peraturan perbankan dan kekuatan kedaulatan negara masing-masing.

32. Hal ini, seperti John Hilary, Direktur eksekutif kelompok kampanye War on Want, mengatakan: “. Sebuah serangan terhadap masyarakat Eropa dan AS oleh perusahaan-perusahaan transnasional”

33. TTIP bisa membuat pemerintah Inggris lebih sulit untuk memperkenalkan langkah-langkah seperti pajak gula atau retribusi alkohol. Perusahaan-perusahaan Amerika yang menjual produk ke Uni Eropa bisa berpendapat bahwa mereka didiskriminasi dan membawa kasus ke sana untuk mengikat secara hukum arbitrase.

Gerakan Bebas

34. Di bawah Peraturan Dublin tentang imigran yang tiba di Uni Eropa harus mengklaim suaka di negara pertama mereka masuk. Jika mereka kemudian pindah ke negara lain mereka dapat dideportasi ke negara pertama mereka tiba. Inggris telah mendeportasi sekitar 1.000 migran dalam satu tahun yang menggunakan proses ini dan akan berakhir jika Inggris keluar dari Uni Eropa.

35. Jika Inggris keluar dari Uni Eropa masih akan pergerakan bebas antara warga Inggris dan Irlandia sebagaimana telah disepakati dalam perjanjian Lokasi Wisata Umum tahun 1923 – jauh sebelum Uni Eropa terbentuk.

36. Statistik pemerintah Inggris menunjukkan bahwa sejak tahun 2010 jumlah total penumpang Uni Eropa yang awalnya ditolak masuk ke Inggris, kini telah meningkat; pada tahun 2015 total 2.165 penumpang Uni Eropa tidak diizinkan masuk. Berarti sekitar 1 dari 20.000 warga Uni Eropa datang ke Inggris.

Anggota Baru Uni Eropa

37. Turki tidak bisa bergabung dengan Uni Eropa tanpa izin eksplisit dari Perdana Menteri Inggris. Semua negara Uni Eropa memiliki hak veto mutlak atas anggota baru yang bergabung. Namun kebijakan luar negeri resmi Inggris saat ini adalah mendukung keanggotaan Turki.

38. Sudah dari dulu Turki kehilangan jati dirinya apakah negaranya merupakan bagian Timur atau Barat atau Timur Tengah. Turki selalu mencoba untuk bergabung ke Uni Eropa namun selalu ditolak

39. Inilah yang menyebabkan warganya merasa ‘malu’ karena harus meminta persetujuan negara-negara Uni Eropa untuk bisa bergabung

40. Ada warga Turki yang mengatakan bahwa ‘Dulu, sewaktu Turki bergelar Khilafah Ottoman, kita tidak perlu meminta-minta kepada mereka untuk bisa bergabung didalamnya. Justru mereka takluk dibawah kekuasaan kita’

NHS

41. Sebuah lembaga independen, Full Fact, memperkirakan bahwa pada tahun 2014, migrasi dari Uni Eropa menambahkan £ 160 juta (2,8 triliun) biaya tambahan untuk NHS di Inggris

42. Ingat, NHS memberikan kesehatan secara gratis bagi penduduk Inggris karena biayanya diambil dari pajak penduduk Inggris

43. Kehadiran imigran Uni Eropa nyatanya membuat biaya NHS membengkak dan seluruh biaya tersebut ditanggung oleh penduduk Inggris bukan penduduk Uni Eropa lain. Jadi mereka yang menggunakan jasa NHS, mereka tetap gratis dan warga Inggris yang membayarnya

44. Tahun lalu biaya NHS naik sebesar £ 2,8 miliar ( sekitar 49.38 trilliun) akibat inflasi dan kenaikan upah.
.
.
.
Dari segala sisi, Inggris merasa dirugikan…. (bersambung)

Categories