Seorang Mukmin Tidak Jatuh Ke Lubang Yang Sama

Seorang Mukmin Tidak Jatuh Ke Lubang Yang Sama

Mustanir.com – Setiap insan yang bernama manusia diberikan akal yang dapat digunakan untuk menghindari bahaya dan meraih manfaat dalam kehidupannya. Barangkali suatu saat karena kurang waspada atau minim pengalaman, seseorang mendapatkan suatu masalah yang tidak mengenakan dalam kehidupannya.

Permasalahan tersebut akan menjadi bahan pelajaran yang dikenangnya sepanjang hidup, dan mencoba agar tidak terjadi permasalahan yang sama, karena sebab yang sama seperti kasus sebelumnya.

Seorang Mukmin karena kebersihan hatinya, terkadang mudah percaya kepada orang lain, karena khusnu dzon yang besar kepada orang tersebut. Nabi sholallahu alaihi wa salam pernah bersabda :

المُؤْمِنُ غِرٌّ كَرِيمٌ

Seorang Mukmin itu minim pengalaman dan dermawan.

Oleh karenanya, karena rasa curiga yang kurang terkadang ia tertipu sehingga mendapatkan masalah dalam kehidupannya. Namun tentu saja, ia tidak ingin jatuh kedalam kesalahan yang sama lagi.

Imam Bukhori dalam Shahihnya (no. 6133) dan Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 2998)meriwayatkan dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu bahwa Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda :

لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

Seorang Mukmin itu tidak jatuh dalam lubang yang sama sebanyak dua kali.

Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Riyaadhus Shoolihin (6/645-646 –pen. Daarul Wathon, Riyadh) berkata :

فالمؤمن لا يلدغ من جحر مرتين لأنه حاذر فطن كيس فدل ذلك على أن الإنسان ينبغي له أن يكون فطنا وألا يعود لشيء أصابه منه ضرر

Seorang mukmin tidak jatuh dalam lubang yang sama dua kali, karena ia sudah waspada, pintar dan cerdas. Maka hal ini menunjukkan bahwa hendaknya seseorang itu memiliki kecerdasan, supaya tidak terulang kembali tertimpa kemudhorotan.

Categories