Indonesia Belum Merdeka: Mari Berjuang Mewujudkannya!

MUSTANIR.net – Selama puluhan tahun, sebagian besar masyarakat diajak memperingati kemerdekaan. Tapi benarkah negeri ini telah benar-benar merdeka?

Faktanya, rakyat masih miskin, hukum tak adil, sumber daya alam dikuasai asing, dan wilayah strategis negeri ini dikendalikan oleh konglomerat dan korporasi. Hukum Allah pun disingkirkan, digantikan oleh aturan buatan manusia. Maka kenyataannya: Indonesia belum merdeka.

Dalam Islam, merdeka berarti bebas dari penghambaan kepada selain Allah dan tunduk sepenuhnya kepada hukum-Nya. Penjajahan bukan hanya fisik, tetapi juga mencakup dominasi politik, ekonomi, budaya, bahkan hukum. Dan saat ini, seluruh bentuk penjajahan itu masih berlangsung—dari luar maupun dari dalam negeri sendiri.

Kemerdekaan yang sejati bukan sekadar lepas dari penjajah kolonial, tetapi lepas dari seluruh sistem yang bertentangan dengan Islam. Demokrasi, kapitalisme, dan nasionalisme adalah alat penjajahan modern yang tetap menindas umat dengan wajah baru. Sementara penguasa lokal berperan sebagai pelaksana sistem warisan penjajah.

Islam satu-satunya solusi. Dengan menegakkan syariat Islam secara kaffah dan membangun khilafah ala minhaj an-nubuwwah, umat akan benar-benar merdeka. Khilafah akan membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman penjajahan, mengelola sumber daya secara adil, dan menegakkan hukum Allah sebagai satu-satunya hukum yang sah.

Maka hari ini, saat umat masih hidup dalam sistem jahiliyah modern, penjajahan belum berakhir. Indonesia belum merdeka. Dan kemerdekaan hakiki hanya akan terwujud jika umat bersatu memperjuangkan tegaknya Islam kaffah dalam naungan khilafah.

Wallahu a’lam bishowab. []

Sumber: Ahmad Zen – Jaringan Ulama Ideologis

About Author

Categories