Benarkah ISIS Akan Lakukan Serangan Ketika Trump Dilantik?

Benarkah ISIS Akan Lakukan Serangan Ketika Trump Dilantik?

Mustanir.com – ISIS berencana melakukan serangan yang disebut operasi ‘Bloody Friday’ atau ‘Jumat Berdarah’ di hari yang sama dengan hari pelantikan jadi presiden AS ke-45.

Bocornya rencana itu telah dikonfirmasi oleh pihak intelijen AS. Salah satu yang mengakui kebenaran operasi itu adalah, Michael S. Smith, direktur institusi keamanan, Kronos Advisory.

“Tanggal di mana operasi Black Friday berlangsung adalah 20 Januari 2017,” kata Smith.
Menurut Smith ISIS telah memproduksi lebih banyak rekaman propaganda dengan teks Inggris yang berisi target-target penyerangan di AS.
Ia mengatakan, grup komunikasi Telegram oleh Amaq Agency telah mengunggah rekaman itu dan membaginya ke seluruh pengikut mereka setelah penyerangan yang terjadi di kampus Ohio pekan lalu.
Setidaknya, 9 orang terluka kala pria yang diklaim sebagai tentara ISIS menabrakkan mobilnya ke sekelompok pedestrian. Lalu, penyerang yang bernama Abdul Razak Ali Artan membawa sebilah pisau daging dan menyerang orang-orang di sekitarnya.

Tak hanya itu, ISIS dilaporkan merekrut lebih banyak lagi pengikut yang fasih berbahasa Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu agar memudahkan mereka saling berkomunikasi saat menjalankan operasi. Demikian seperti dilansir Express.co.uk, Minggu (4/12/2016).

ISIS juga dilaporkan makin mencengkeram Eropa

Lembaga kepolisian Eropa, Europol, mengeluarkan peringatan bahwa ISIS akan melancarkan serangan yang lebih masif di Eropa. Anggota ISIS disebut telah berada di “lokasi” dan jumlah mereka akan terus meningkat.

Serangan ini dilancarkan sebagai balas dendam atas kekalahan mereka di medan tempur Suriah dan Irak. Disebut pula cenderung mulai merencanakan serangan dan mengirim pasukan mereka ke Eropa dari Libya. Termasuk di antaranya anggota dari kelompok yang berafiliasi dengan mereka, salah satunya Al Qaeda. Ini semakin menegaskan ancaman nyata ke Benua Eropa.

Menurut Direktur Europol, Rob Wainwright negara-negara Eropa telah meningkatkan kerja sama keamanan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya plot yang digagalkan. (acehcyber/adj)

Komentar Mustanir.com
Kami menduga, jika ISIS berani melakukan serangan ‘bloody friday’ maka otak dibalik serangan tersebut bisa jadi adalah tunggangan dari lawan politik Trump yang kalah dalam pemilu periode ini. Kita sudah tahu bahwa ISIS ada kaitannya dengan Hillary Clinton.
Kita sebagai kaum muslimin memang membenci Amerika Serikat, tapi kita juga punya metode yang jelas untuk menghancurkan Amerika Serikat. Tidak dengan cara-cara seperti yang ISIS lakukan tentunya.

Categories