Di Antara Tiga Ideologi, Manakah Pilihan Kita?

MUSTANIR.net – Di dunia hanya ada dua kutub, baik dan buruk, benar dan salah, menang dan kalah. Begitulah hukum alam berbicara. Problemnya bukan pada kondisi yang ada, tetapi pada posisi di mana kita berada? Apakah di pihak pembela kebenaran atau pembela kesalahan?

Bukan pula pada kondisi kita menang atau kalah, karena bisa jadi pembela kebenaran itu kalah sementara pembela kesalahan itu menang. Oleh sebab itulah memastikan ide-ide yang kita perjuangkan adalah sebuah kebenaran jauh lebih penting sebelum kita bergerak memperjuangkannya daripada perjuangan itu sendiri.

Karena banyak orang mengira dia berada di jalan kebenaran, padahal kenyataan sebaliknya. Dan banyak juga orang yang sudah di jalan kebenaran berpindah karena bimbang dan putus asa karena lamanya waktu perjuangan.

Standar Kebenaran

Sebuah ide, pemikiran, atau konsep—apa pun istilahnya—dikatakan benar harus memenuhi tiga kualifikasi. Pertama, memuaskan akal, sesuai dengan fitrah manusia, dan menentramkan hati.

Di dunia itu ada tiga ide dasar yang menjadi fondasi dan akar ide ide cabang di atasnya, atau biasa disebut ideologi. Tiga ideologi tersebut adalah kapitalisme, komunisme, dan Islam.

Sekarang mari kita timbang masing masing ideologi tersebut. Manakah yang benar di antaranya dengan tiga kualifikasi tersebut di atas?

Kapitalisme

Kapitalisme, sebuah ideologi yang dibangun atas dasar sekularisme. Yakni pemisahan agama dalam kehidupan.

Sekularisme itu tidak memuaskan akal. Bagaimana bisa Tuhan yang menciptakan manusia tidak berhak mengatur manusia dalam urusan politik, ekonomi, dan negara? Kecuali hanya dalam masalah ibadah an sich?

Selain itu, kapitalisme tidak sesuai dengan fitrah manusia karena ideologi ini memberikan kebebasan sebebas-bebasnya kepada manusia hingga mereka terjatuh di dalam kekacauan yang tidak berujung.

Dalam hubungan laki-laki dan wanita misalnya, di mana keduanya memiliki kecenderungan untuk melestarikan jenisnya dengan menikah dan memiliki anak Namun di dalam sistem ideologi kapitalisme sekuler, justru LGBT dinormalisasi atas nama kebebasan.

Dan kondisi ini semakin parah jika ditambahkan contoh-contoh dalam ekonomi, politik, budaya, pemerintahan, dan lainnya. Jika kapitalisme sudah tidak memenuhi kelayakan disebut sebagai ideologi yang memuaskan akal, sesuai dengan fitrah manusia, maka pasti dia juga tidak menentramkan hati manusia.

Komunisme

Komunisme adalah ideologi yang didasarkan pada materialisme. Artinya segala sesuatu di dunia ini berasal dari materi dan akan kembali pada materi. Tidak ada Tuhan yang mencipta atau mengatur, semua terjadi secara alami dan kebetulan.

Dari ketiga ideologi yang ada, komunisme paling tampak ketidaksesuaiannya dengan akal manusia dan fitrah manusia, dan ujungnya tidak menentramkan hati manusia.

Ideologi komunisme ini justru runtuh tidak sampai 100 tahun usianya. Dan tragisnya dia runtuh di negeri tempat kelahirannya pada tahun 1989 di Rusia.

Islam

Tinggal satu ideologi yang tersisa, yakni Islam. Islam dibangun atas dasar aqidah Islam yang bersumber dari wahyu Allah Dzat Maha Benar. Aqidah Islam menyatakan bahwa di balik manusia, alam semesta, dan kehidupan ini ada Allah yang mencipta dan mengatur ketiganya dengan sempurna.

Aturan di alam semesta kita mengenalnya hukum alam, di mana ada siang dan malam, gravitasi hingga keseimbangan ekologi. Pada aspek kehidupan, kita mengenal adanya kelahiran dan kematian. Semua berjalan harmoni tanpa bisa dicegah dan diintervensi oleh siapa pun jua.

Pada sisi manusia, kita mengenal hukum syariah Islam yang mengatur seluruh perbuatan manusia, mulai dari tidur hingga tidur lagi, mulai masuk kamar mandi hingga menjadi pemimpin. Semua diatur tanpa terkecuali.

Keserasian ideologi Islam dengan akal manusia, kesesuaiannya dengan fitrah manusia yang berujung menentramkan hati, telah terbukti 1.300 tahun lamanya di masa Rasulullah hingga Khilafah Islamiyyah. Hingga dihancurkan oleh konspirasi Yahudi bersama Inggris melalui tangan Mustafa Kemal pada tahun 1924.

Pilihan Cerdas

Jika telah jelas bahwa hanya ideologi Islam yang benar maka pilihan bagi orang cerdas hanya pada Islam.

Memang secara empiris, kapitalisme hari ini yang menguasai dunia tetapi bukan berarti dia benar. Pun para penguasa dan pemimpin negara-negara hari ini menerapkan sekularisme, bukan berarti dia benar.

Problem hari ini adalah pada pilihan. Ideologi mana yang kita pilih dan kita perjuangkan hingga akhir hayat kita? Wallahu a’lam bi shawab. []

Sumber: Muhammad Ayyubi (Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community)

About Author

Categories