Cinta Alqur’an dan Cara Merealisasikannya

Cinta Alqur’an dan Cara Merealisasikannya

Mustanir.com – Ramadhan adalah bulan cinta dan baca Alqur’an. Pada bulan ini terdapat sebaik – baiknya malam yaitu Lailatul qodr yang mana Alqur’an, sebaik – baiknya perkataan turun di malam ini. Malaikat Jibril sebaik – baik malaikat, memperdengarkan Alqur’an kepada sebaik – baiknya makhluq yaitu Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alahi Wasallam pada malam ini.

Utsman ibn ‘Affan radiyallahu ‘anhu mengkhatamkan Alqur’an setiap hari di bulan Ramadhan.Para ulama salaf dahulupun sangat mengagungkan bulan Ramadhan dan mengisinya dengan banyak membaca dan mentadabburi Alqur’an. Bahkan diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i rahimahullah dapat mengkhatamkan Alqur’an di bulan yang agung ini sebanyak enampuluh kali. Mereka adalah para manusia yang cinta Alqur’an. Hati mereka selalu melekat pada Alqur’an. Kemanapun mereka pergi dan kapanpun, Alqur’an selalu berada di hati mereka.

Marilah kita berusaha untuk cinta Alqur’an sebagaimana para pendahulu kita cinta Alqur’an. Alqur’an adalah petunjuk jalan hidup kita. Hanya dengannyalah kita bisa berbahagia di dunia dan akhirat.

Tanda – Tanda Cinta Alqur’an

Hati yang sudah cinta terhadap Alqur’an mempunyai beberapa tanda di antaranya :

  • Gembira bila bersua dengannya
  • Duduk membacanya dalam waktu yang lama tanpa bosan dan jemu.
  • Merasa rindu bila terhalang membacanya beberapa waktu dan berusaha untuk selalu dekat dengannya.
  • Selalu merujuk kepada Alqur’an dan memgambil nasihat – nasihat yang ada di dalamnya bila menemukan kesulitan hidup, baik berat ataupun ringan
  • Mentaati hukum – hukum dalam Alqur’an baik perintah ataupun larangan.

Inilah tanda – tanda terpenting dari cinta Alqur’an. Bilamana tanda – tanda ini ada, berarti cinta Alqur’an itu ada, bila tidak , berarti cinta telah pergi dan tiada. Bila sebagian tanda kurang, berarti kurang pula cinta itu sesuai kekurangan tadi.

Sudah semestinya bagi setiap muslim untuk bertanya kepada dirinya sendiri : “apakah saya sudah cinta Alqur’an?”

Pertanyaan yang sangat penting dan meresahkan hati. Jawabannya pun lebih meresahkan lagi, karena jawaban dari pertanyaan itu mengandung banyak sekali maksud dan penafsiran.

Sebelum anda menjawab pertanyaan anda sendiri tadi, alangkah baiknya anda kembali melihat tanda – tanda di atas.
Sebagian orang kalau ditanya : “Anda cinta Alqur’an ?”
Dia menjawab :” Ya, tentu saya cinta Alqur’an. Bagaimana mungkin tidak…”
Tapi apakah dia benar dengan jawabannya itu? Bagaimana mungkin dia cinta Alqur’an, sedangkan untuk duduk bersamanya selama beberapa menit saja tidak sanggup. Padahal kalau dia bersama dengan apa yang ia sukai, dia akan bersamanya berjam – jam.

Abu Ubaid rahimahullah berkata : “ Seorang hamba bisa bertanya kepada dirinya hanya dengan Alqur’an. Bila cinta Alqur’an, maka sungguh dia cinta Allah dan RasulNya”

Kalau tanda – tanda cinta Alqur’an di atas tidak ada pada kita, sungguh kita harus mengakui kelalaian dan kekurangperhatian kita terhadap Alqur’an. Setelah itu, kita berusah sekuat tenaga untuk merubahnya.

Cara Merealisasikan Cinta Alqur’an

Cara Pertama : Bertawakal dan Minta Pertolongan Kepada Allah Ta’ala

Yaitu kita minta pertolongan Allah dan berdoa kepadaNya untuk dianugerahi cinta Alqur’an. Di antaranya berdoa dengan doa agung yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda :

“Tidaklah seorang hamba apabila terkena musibah atau kesedihan, kemudian dia berdoa :

اللهم إني عبدك وابن عبدك وابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو علمته أحدا من خلقك أو أنزلته في كتابك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همي إلا أذهب الله همه وحزنه وأبدله مكانه فرجا

Kecuali Allah akan menghilangkan lara dan sedihnya dan menggantinya dengan kebahagiaan”. Para Shahabat berkata : “Wahai Rasulullah sepantasnyalah kita belajar kalimat – kalimat doa ini” Rasulullah menjawab :” Benar. Sudah sepantasnya orang yang mendengar ini untuk mempelajarinya” (HR. Ahmad, Dishahihkan oleh Albani)

Hendaklah setiap hari doa ini diulang berkali – kali sambil memilih waktu – waktu yang mustajab. Bersungguh – sungguh waktu memohon, merendahkan diri, terus mengulang doa dan sangat mengharap agar doanya diijabah dan dikabulkan. Karena sebagian orang mengulang – ulang doanya hanya pada perkara duniawi yang bersifat materil saja. Adapun kalau urusan agama, doanya kering dan tak ada kesungguhan. Itupun kalau dia berdoa…

Cara Kedua : Menghadirkan Penyebab – Penyebab Cinta Alqur’an

Penyebab cinta Alqur’an yang paling utama adalah ilmu dan caranya dengan membaca. Yaitu membaca tentang keagungan Alqur’an yang disebutkan di dalam Alqur’an,as-Sunnah dan perkataan para ulama salaf tentang cinta dan pengagungan mereka terhadap Alqur’an.

Disarankan bagi setiap orang yang ingin mendapatkan cinta Alqur’an untuk membuat suatu program, dimana dia menulis beberapa teks dari Alqur’an, as-Sunnah dan perkataan ulama salaf yang menjelaskan tentang derajat dan keagungan Alqur’an. Kemudian dijadikan dua bagian, yaitu matan( naskah asli) dan syarh (Penjelas dari matan ). Matan untuk dihafal dan diulang – ulang, adapun syarh untuk dibaca dan difahami. Lalu dikorelasikan antara matan dan syarh.

Diharapkan bagi yang menerapkan program ini agar di beri oleh Allah Subhanahu Wata’ala kecintaan dan pengagungan terhadap Alqur’an. Dimana cinta Alqur’an itu adalah kunci utama untuk memahami dan mentadabburi Alqur’an.

Maka perbanyaklah membaca hal – hal tentang Alqur’an, bacalah dengan kontinyu kabar – kabar dan kisah – kisah dari ulama salaf tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan Alqur’an.

Karena mesti kita ketahui bahwa kekurangcintaan kita pada Alqur’an penyebabnya adalah ketidaktahuan kita terhadap nilai dan ketinggian Alqur’an. Seperti anak kecil yang yang menolak diberi uang 500 ribu dan minta seribu rupiah. Begitu juga orang yang tidak tahu ketinggian Alqur’an, dia tinggalkan Alqur’an, tidak butuh padanya dan lebih memilih apa – apa yang sebenarnya lebih rendah dari Alqur’an.

Kalaulah diiklankan akan ada lomba telaah buku dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah berpuluh – puluh juta, bagaimanakah respon dan antusiasme masyarakat? Dan bagaimana antusias mereka untuk berusaha mencari dan menelaah buku tersebut ? Padahal sesungguhnya Alqur’an adalah buku ( kitab ) dimana yang berhasil berinteraksi dengan kitab ini, dia akan mendapatkan hadiah kerajaan yang tak terbatas.

Banyak sekali orang Islam yang cintanya terhadap Alqur’an adalah cinta yang umum dan tidak mendetail. Pengetahuan mereka hanya terbatas bahwa Alqur’an turun dari Allah Ta’ala, Membacanya dalam sholat adalah ibadah dan Alqur’an dibaca untuk penyembuh orang sakit. Adapun pengetahuan secara terperinci tentang keagungan ketinggian Alqur’an mereka tidak mengetahuinya.

Hal ini kita contohkan dengan apabila kita mendengar seorang tokoh besar dalam sejarah dan kita mengaguminya, namun kita mengetahui cerita hidupnya secara umum saja tanpa mendetail. Ketika kita membaca buku setebal 600 halaman tentang kepahlawanannya, pengorbanannya, kemuliaan dan kebaikannya kepada manusia, keberhasilan yang telah diukirnya, dan kita membacanya dengan antusias huruf – perhuruf, maka sungguh pasti gambaran tentang tokoh ini semakin jelas dan pengetahuan tantangnya semakin dalam, bertambah pulalah cinta dan kekaguman kita padanya. Keterpengaruhan seperti ini adalah hal yang sudah terbukti dan tidak bisa diingkari.

Lalu kenapa kita tidak melakukannya untuk menambah kecintaan dan pengagungan kita terhadap Alqur’an? Karena kalau kita melakukannya, maka sungguh kitab yang sangat agung ini akan menambah cinta dan pengagungan kita kepada Allah ‘Azza Wajalla. Dan dengan ini kita bisa mencapai derajat dan kedudukan para wali – wali Allah yang bertaqwa,yaitu orang – orang tidak merasa takut dan tidak pula bersedih hati, orang – orang yang kalau satu di antara mereka bersumpah, Allah akan mengabulkan sumpahnya dan memberikan segala angan – angannya.

Di bulan Ramadhan yang sebaik – baik bulan ini, adalah momen yang sangat tepat untuk merealisasikan harapan kita bersama ini, yang mungkin telah hilang atau bahkan belum pernah hadir dalam hati kita. Mari terus berusaha dan janganlah kita berputus asa.

Wallahu A’lam.

Categories